Kabupaten Malang, blok-a.com – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang, PT Waskita Karya dan keluarga korban tragedi kanjuruhan melakukan rekonsiliasi pada Selasa (28/5/2024).
Pertemuan tersebut salah satunya yakni membahas tentang rencana pembangunan monumen yang akan dibangun di Pintu Gate 13 Stadion Kanjuruhan.
Perlu diketahui, usai terjadi tragedi kelam 2022 silam, kini Stadion Kanjuruhan dilakukan renovasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Rencananya renovasi ditargetkan rampung pada Desember 2024 mendatang.
Dalam forum tersebut, keluarga korban yang tergabung dalam Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan (KYKTK) juga merespon baik. Artinya, mereka menyepakati adanya rencana penyantuman dua nama anggota kepolisian yang juga gugur saat bertugas 1 Oktober 2022 silam.
Perlu diketahui, dua nama polisi yang gugur yakni Briptu Fajar Yoyok Pujiono yang merupakan anggota Polsek Dongko, Kabupaten Trenggalek dan Brigadir Andik Purwanto yang merupakan anggota Polsek Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana membenarkan rencana tersebut. Menurutnya, keluarga korban kanjuruhan juga tidak mempermasalahkan hal tersebut.
“135 (korban) kan termasuk dua anggota kepolisian yang gugur, mereka berasal dari Trenggalek dan Tulungagung. Kalau dua nama itu tidak masuk kan tidak genap 135, dan keluarga mengakui itu bagian dari keluarga korban tragedi kanjuruhan,” ujar Kholis saat ditemui usai acara pertemuan, Selasa (28/5/2024).
Terkait konsep monumen, Kholis menyerahkan seluruhnya kepada pihak keluarga kanjuruhan. Menurutnya, hal yang terpenting yakni tidak adanya perubahan di pintu gate yang nantinya menjadi pengingat adanya tragedi pada 1 Oktober 2022 lalu.
“Sepanjang keluarga korban setuju, berarti saya setuju. Sikap saya itu,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Malang, Sanusi mengatakan, forum tersebut merupakan bentuk wadah aspirasi bagi keluarga korban untuk selanjutnya dituangkan dalam pembangunan monumen.
“Ada sejumlah usulan bagus dari keluarga korban, karena antara management, masyarakat, supporter dan pemerintah ini harus menyatu untuk memajukan sepak bola di Kabupaten Malang,” kata Sanusi.
Sejauh ini, sambung Sanusi, pengerjaan fisik Stadion Kanjuruhan telah mencapai 48 persen. Sementara itu, targetnya akan rampung di Desember 2024 nanti.
Orang nomor satu di jajaran Pemkab Malang ini juga menegaskan, usai dilakukan renovasi dan ditambahkan monumen, ia mengatakan Gate 13 yang merupakan salah satu titik yang banyak menjatuhkan korban jiwa itu akan disterilkan.
Artinya, pintu gate tersebut tidak akan dibuka selagi tidak ada keadaan darurat yang dimungkinkan terjadi.
“Gate 13 tidak dialihfungsikan. Kalau gak ada keharusan, kondisi cuaca ekstrim, ada kegiatan banyak pengujung, ada pertunjukan. Atau upacara. Tapi kalau untuk kegiatan sepak bola selama tidak urgent, itu tidak dibuka,” pungkasnya. (ptu)








