Kota Malang, blok-a.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki turun gunung mengunjungi Plut KUMKM Summit 2024 di Malang Creative Center (MCC) pada hari Jumat 26 April 2024.
Dalam gelaran ini, ia menyampaikan beberapa pesan terkait geliat UMKM di Indonesia yang dinilai menjadi tulang punggung Indonesia Emas 2045.
Salah satu pesannya adalah agar geliat UMKM di Indonesia, terutama Kota Malang tidak terhenti dalam sangkar emas mereka sebagai usaha mandiri.

“Kita lihat UMKM negara-negara lain, ekonominya 97% UMKM. Dan 96% adalah usaha mikro. Jadi bukan fenomena di Indonesia saja. Perbedaanya apa? UMKM di Jepang dan Korea sudah terhubung ke Industrialisasi sehingga mereka lebih produktif karena terhubung ke system produksi yang modern,” terangnya.
Ia menyatakan, kebanyakan UMKM di Indonesia termasuk di Kota Malang adalah usaha mandiri karena kita kuat di kuliner, fashion, dan kriya yang belum terhubung ke industri. Oleh karena itu, kita harus mulai berupaya agar UMKM kita dapat menjadi bagian dari industri agar lebih maju.
“jika kita hanya kembangkan di sini saja, kita tidak akan melahirkan ekonomi baru, kita harus mengembangkan UMKM yang menjadi supply chain industri,” terangnya.
Terkait hal tersebut, Teten mengapresiasi hadirnya MCC sebagai tempat pengeraman telur-telur kreatif anak muda Kota Malang.
“MCC ini contohnya yang paling pas sebagai pusat pengeraman telur-telur yang fertile (subur) UMKM sub-sektor ekonomi kreatif seperti games, film, music, fotografi, termasuk di dalamnya kuliner, fashion, dan kriya,” ujarnya.

Pj Walikota Malang Wahyu Hidayat yang turut mendampingi kehadiran Menteri Koperasi dan UKM dalam gelaran tersebut juga mengatakan bahwa Pemkot Malang telah berusaha sekuat tenaga untuk mendorong kemajuan UMKM di Kota Malang.
Salah satunya adalah dengan mencanangkan program Kemis Mbois, dimana seluruh jajaran ASN di Kota Malang diwajibkan mengenakan barang-barang kreasi UMKM lokal. Wahyu sendiri hadir dalam acara tersebut dengan mengenakan 100% pakaian produksi UMKM Kota Malang.
“Ini dari kepala sampai kaki dapat dilihat adalah produksi UMKM Kota Malang. Alhamdulillah dengan kebijakan tersebut (Kemis Mbois) UMKM di Kota Malang menggeliat bahkan sampai kewalahan melayani permintaan kami,” terangnya.








