Pemkab Malang dan BBWS Brantas Lanjutkan Penguatan Tanggul Sungai Tundo di Tirtoyudo

Normalisasi Tanggul Sungai Tundo Kecamatan Tirtoyudo (BPBDKabMalang)
Normalisasi Tanggul Sungai Tundo Kecamatan Tirtoyudo (BPBDKabMalang)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Upaya penanganan pascabencana di wilayah selatan Kabupaten Malang terus dilakukan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan Pemerintah Desa Pujiharjo kembali melanjutkan kegiatan penguatan tanggul Sungai Tundo, Kecamatan Tirtoyudo, Sabtu (25/10/2025).

Kegiatan lanjutan ini merupakan bagian dari penanganan darurat pasca-normalisasi sungai dan pemasangan bronjong untuk memperkuat tanggul yang sebelumnya rawan jebol akibat tingginya debit air.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa hingga saat ini jumlah bronjong yang telah terpasang mencapai 478 buah dengan panjang total sekitar 370 meter.

“Pekerjaan dilakukan di empat titik utama. Masing-masing, titik pertama sepanjang 30 meter dengan empat lajur, titik kedua 60 meter lima lajur, titik ketiga di wilayah Balearjo sepanjang 32 meter tiga lajur, dan titik keempat sepanjang 68 meter,” ujar Sadono.

Untuk mempercepat penyelesaian, BBWS Brantas menambah satu unit alat berat di lokasi, sehingga kini terdapat tiga unit alat berat yang bekerja. Salah satu di antaranya difokuskan untuk mempercepat pemasangan bronjong dengan target mencapai 100 meter di titik yang dianggap paling rawan terhadap potensi banjir.

Sementara itu, kegiatan normalisasi sungai telah mencapai 900 meter. Upaya ini diharapkan mampu meminimalkan risiko banjir yang sebelumnya sering mengancam kawasan pemukiman dan lahan pertanian warga di sekitar aliran Sungai Tundo.

“Penanganan ini melibatkan BPBD Kabupaten Malang, BBWS Brantas, Pemerintah Desa Pujiharjo, serta masyarakat sekitar. Kolaborasi lintas sektor ini penting agar mitigasi bencana bisa lebih optimal,” tambah Sadono.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Malang dalam memperkuat infrastruktur pengendalian banjir di wilayah selatan yang dikenal memiliki kontur curam dan sering terdampak luapan air saat musim hujan. (yog/bob)