Kota Malang, blok-a.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang optimis dapat kembali meraih penghargaan Adipura tahun ini. Saat ini, Kota Malang tengah bersiap untuk tahap ketiga penilaian Adipura yang dijadwalkan berlangsung pada akhir November 2025.
Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigorang, menjelaskan bahwa sejauh ini penilaian sudah dilakukan dua tahap, yaitu pada Agustus dan Oktober lalu. Hasil sementara menunjukkan kondisi pengelolaan sampah di Kota Malang sudah sangat baik, dengan tingkat pengelolaan mencapai 98,7 persen.
“Untuk hasil penilaian yang awal kemarin, sudah terlaporkan kondisi pengolahan sampah di Kota Malang mencapai hampir 99 persen, atau tepatnya 98,7 persen. Sisanya 1,3 persen atau sekitar 6–7 ton itu yang belum terkelola,” ujar Raymond, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, sisa sampah yang belum terkelola tersebut berasal dari beberapa titik pembuangan liar yang ditemukan di lapangan.
“Itu ada beberapa lokasi yang sudah kami temukan, masyarakat masih membuang sampah sembarangan, di pinggir jalan maupun sungai. Seperti di kawasan Bumiayu, di Sungai Brantas, dan sekitar bekas Stadion Blimbing,” jelasnya.
Menindaklanjuti temuan tersebut, DLH bersama tim lapangan langsung bergerak melakukan pembersihan serta sosialisasi kepada warga. DLH juga memasang banner larangan di lokasi tersebut untuk mencegah pembuangan liar terulang kembali.
“Dari Dinas sudah melakukan sosialisasi dan menutup lokasi-lokasi itu. Kami tekankan, itu bukan TPS resmi,” tegas Raymond.
Terkait penilaian tahap ketiga, ia mengatakan fokus utama tim penilai nantinya akan melihat peningkatan jumlah bank sampah serta sistem pengelolaan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) melalui penerapan sanitary landfill.
“Hasil penilaian kemarin mengarahkan agar ada penambahan jumlah bank sampah dan optimalisasi sanitary landfill di TPA. Itu yang akan dinilai terakhir,” katanya.
Meskipun jadwal resmi penilaian belum diumumkan, pihaknya memastikan seluruh persiapan telah dilakukan dengan maksimal.
“Kita belum tahu pasti, biasanya mendadak, bisa saja akhir minggu ini. Tapi semua sudah kami siapkan,” ujarnya.
Raymond menambahkan, DLH kini tengah memperkuat pembinaan terhadap bank sampah di tingkat RT dan RW agar kembali aktif. Langkah ini dilakukan melalui program Kampung Bersinar dan berbagai kegiatan sosialisasi.
“Dari penilaian awal kemarin, beberapa bank sampah itu kan hidup segan mati tak mau. Sekarang, setelah kita bina dan sosialisasi lewat Kampung Bersinar, jumlahnya meningkat dari 300 jadi 400 lebih bank sampah di Kota Malang,” ungkapnya.
Dengan hasil sementara yang positif, DLH optimis Kota Malang berpeluang besar kembali membawa pulang penghargaan Adipura pada Februari 2026 mendatang.
“Kalau melihat nilainya, sudah lebih dari baik. Jadi mudah-mudahan Kota Malang bisa dapat Adipura lagi,” pungkasnya. (bob)








