Terapkan Nilai Perdamaian Melalui Dialog Antar Agama, Ini Profil Komunitas Young Interfaith Peacemaker Community

Fasilitator memandu sesi dialog ‘Merayakan keberagaman” pada kegiatan SIPC 2022 (foto : Dok. YIPC)
Fasilitator memandu sesi dialog ‘Merayakan keberagaman” pada kegiatan SIPC 2022 (foto : Dok. YIPC)

 

Kota Malang, Blok-a.com – Nilai perdamaian menjadi peran penting dalam jalannya keharmonisan sebuah ekosistem masyarakat. Salah satu cara untuk menyebarkan nilai perdamaian tersebut adalah dengan dialog antar agama.

Di Jawa Timur sendiri, terdapat sebuah komunitas yang memfasilitasi hal tersebut yakni, Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) Jawa Timur.

Komunitas ini berkomitmen untuk membangun generasi muda yang damai melalui dialog antar agama dan penerapan nilai-nilai perdamaian.

Ketua Pelaksana YIPC, Akbar Trio Mashuri, menjelaskan bahwa YIPC Jawa Timur merupakan bagian dari jaringan YIPC Indonesia, yang berawal dari pelatihan perdamaian pada tahun 2012 di Yogyakarta. Dengan tekad mempromosikan perdamaian, YIPC telah berkembang menjadi sebuah komunitas yang aktif di beberapa kota di Indonesia, termasuk Jatim.

“Komunitas ini bergerak di bidang perdamaian dengan menerapkan dua pendekatan utama, yaitu 12 nilai perdamaian atau peace value dan Dialog Interfaith,” kata dia, pada (30/11/2023).

Sejak pendiriannya pada tahun 2012, YIPC Jawa Timur telah melaksanakan berbagai kegiatan untuk mencapai visi dan misinya. Komunitas ini juga telah memperluas dampaknya melalui berbagai acara di tingkat nasional dan internasional, seperti Young Interfaith Peacemaker National Conference, Student Interfaith Peace Camp, dan program pelatihan nasional.

Visi perdamaian ini diwujudkan melalui upaya dalam pendidikan perdamaian, dialog antar agama, dan keterlibatan dalam transformasi masyarakat. YIPC menjalankan misinya melalui tiga poin utama: melakukan pendidikan perdamaian dan dialog antar agama, menginspirasi generasi muda untuk hidup dalam damai, dan terlibat dalam proses transformasi bangsa dan dunia guna mencapai perdamaian global.

Akbar mengungkapkan bahwa YIPC Jawa Timur memiliki 15 anggota aktif yang terdiri dari pemuda Muslim dan Kristen. Mereka melibatkan diri dalam kegiatan rutin, seperti perjumpaan untuk memperkuat gerakan, Scriptural Reasoning, dan Dialog Interfaith dan Intrafaith. Komunitas ini juga menyelenggarakan kegiatan tahunan, termasuk Student Interfaith Peace Camp yang diadakan dua kali setiap tahun.

Student Interfaith Peace Camp dapat diikuti oleh siapa saja tanpa menjadi anggota YIPC. Peserta dapat mengikuti kegiatan tersebut dan berpartisipasi aktif dalam dialog antar agama.

“Jika peserta aktif dalam kegiatan YIPC Jawa Timur, mereka berpotensi menjadi anggota YIPC,” papar Akbar.

Selanjutnya, Akbar menyoroti bahwa YIPC Jawa Timur tidak hanya fokus pada aksi lokal, tetapi juga menjalin kerja sama dengan komunitas sejenis dan turut serta dalam narasi damai di media sosial dan dunia nyata. Akbar teguh bahwa nilai perdamaian tersebut harus lahir dari kesadaran sendiri.

“Damai di dunia mulai dari diri kita, itu menjadi moto yang dipegang teguh oleh kami, menggambarkan semangat kami untuk membawa perdamaian dalam setiap langkah,” ujar dia. (mg2/)