Jumlah Desa Berseri di Kabupaten Malang Terus Meningkat, DLH Targetkan Kualitas dan Keberlanjutan

Plt Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman siap dukung program PSEL Malang Raya (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Plt Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman siap dukung program PSEL Malang Raya (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Malang dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 10 desa berhasil meraih penghargaan Desa/Kelurahan Bersih dan Lestari (Berseri) dengan berbagai kategori, meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman, menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari pembinaan berjenjang dan pendampingan berkelanjutan yang dilakukan DLH bersama masyarakat.

“Tahun 2025 ini ada 10 desa yang memperoleh penghargaan Berseri, dan jumlah ini cenderung meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Dzulfikar, Jumat (2/1/2026).

Pria yang akrab disapa Avi ini menerangkan, pada tahun sebelumnya terdapat dua desa yang telah mencapai kategori tertinggi atau mandiri. Sementara pada 2025, empat desa yang sebelumnya berada di kategori madya berhasil naik level menjadi mandiri. Hal serupa juga terjadi pada desa-desa yang sebelumnya berstatus pratama, yang kini meningkat menjadi kategori madya.

“Ini menunjukkan adanya proses pembinaan yang berjalan dan tidak berhenti hanya pada saat penilaian penghargaan saja,” terangnya.

Selain itu, pada tahun 2025 terdapat tiga desa baru yang berhasil memperoleh penghargaan kategori pratama setelah melalui proses pembinaan dan pendampingan intensif. Capaian ini dinilai penting sebagai pijakan awal dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan hidup di tingkat desa dan kelurahan.

Meski mendorong peningkatan jumlah desa penerima penghargaan, DLH Kabupaten Malang berkomitmen untuk meningkatkan peningkatan kualitas.

“Kami berupaya meningkatkan target secara kuantitas, tetapi yang paling dekat dan utama adalah peningkatan kualitas desa, sekolah, dan komunitas yang telah kami bina, sehingga programnya berkelanjutan dan siap direplikasi,” lanjut Avi.

Menurutnya, desa-desa yang telah meraih penghargaan diharapkan mampu menjadi contoh bagi wilayah sekitarnya, membangun jejaring, serta membawa dampak nyata terhadap lingkungan.

“Strategi ini kami anggap paling efektif di tengah berbagai tantangan dan keterbatasan di lapangan,” ujarnya.

DLH Kabupaten Malang juga menaruh harapan besar pada tahun 2026 agar terjadi peningkatan, baik dari sisi jumlah maupun kualitas penghargaan lingkungan hidup. Salah satu target besar yang ingin kembali diraih adalah Penghargaan Narwasita Tantra, yang terakhir berhasil diperoleh Kabupaten Malang pada 2024.

“Penghargaan Narwasita Tantra menjadi salah satu impian yang ingin kembali kami raih, baik untuk unsur eksekutif maupun legislatif,” ucap Avi.

Selain itu, Kabupaten Malang juga menargetkan dapat kembali meraih Penghargaan Adipura, yang terakhir diperoleh pada 2022. Ia mengakui bahwa dengan konsep New Adipura, penilaian kini tidak hanya terfokus di Kota Kepanjen, tetapi mencakup 33 kecamatan, termasuk sarana dan prasarana pengelolaan sampah.

Untuk mendukung keberlanjutan program, DLH Kabupaten Malang terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pembina serta kader lingkungan di masing-masing wilayah.

“Strategi kami meliputi penguatan SDM, pemantauan dan evaluasi pasca-penghargaan, serta mendorong inovasi dan kearifan lokal dalam pengelolaan lingkungan hidup,” jelasnya.

Tak kalah penting, DLH juga menyebut perlunya dukungan anggaran yang memadai, khususnya alokasi 3 persen dari APBD untuk pengelolaan lingkungan hidup, agar program-program yang telah berjalan dapat terus ditingkatkan.

Avi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Dengan begitu, menurutnya indeks kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Malang terus membaik dari waktu ke waktu

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya masyarakat dan para pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi aktif, ,” pungkasnya. (yog)