Kabupaten Malang, blok-a.com – Proyek Jalan Tol Malang-Kepanjen kembali bergerak setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melakukan kunjungan resmi ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar, mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan progres setelah kajian Feasibility Study (FS) dinyatakan mengalami pembengkakan biaya.
“Kami sudah melakukan kunjungan ke PUPR dan bertemu langsung dengan Direktur Pengelolaan Pembiayaan Jalan Tol,” ujar Budiar Anwar.
Budiar menambahkan, data laporan sementara menunjukkan bahwa biaya pembangunan tol mencapai hampir Rp10 triliun. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari perkiraan awal sehingga perlu evaluasi ulang oleh pemerintah pusat.
“FS kemarin informasinya biayanya cukup membengkak. Kemarin kan hampir Rp 10 triliun ya, dan itu akan ditekan. Tapi itu urusan dari pihak PUPR, jadi kami hanya menerima jalan tol saja,” tambahnya.
Budiar menuturkan bahwa pihak PUPR akan melakukan penghitungan ulang agar biaya proyek dapat kembali ditekan. Namun, ia menjelaskan bahwa hingga kini survei teknis lanjutan juga belum dilakukan.
“Rencana akan dihitung ulang, akan ditekan. Karena memang harus dihitung ulang. Masih belum survei” bebernya.
Meski FS sedang dievaluasi ulang, Budiar menyampaikan bahwa pemerintah pusat menargetkan lelang proyek dapat dilakukan pada 2026. Ia menambahkan bahwa hasil pertemuan lanjutan dengan pihak pusat dijadwalkan dilakukan pada Januari 2026 mendatang.
“Mudah-mudahan lelangnya juga di tahun 2026 dan dikerjakan di tahun 2027,” ungkapnya.
Selain persoalan biaya, perubahan trase juga menjadi pembahasan penting. Tol Malang – Kepanjen yang awalnya melewati wilayah Pakisaji kini dialihkan ke jalur timur.
Menurut Budiar, pergeseran itu mempertimbangkan konektivitas wisata selatan dan dampak ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Malang.
“Pindah jalur ke timur itu saya dapat masukkan dari pimpinan (Bupati, red) bahwa untuk mengarah ke jalur lintas selatan. Jadi orang mau berwisata ke Bantur, Balekambang kan bisa langsung, lebih mudah,” jelasnya.
Dalam pertemuan itu, Budiar juga mengonfirmasi bahwa beberapa proyek strategis nasional (PSN) di Kabupaten Malang nantinya akan diresmikan secara langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Saya sampaikan bahwa di Malang banyak PSN yang akan diresmikan oleh Bapak Presiden. Kemudian juga SMA Taruna yang nanti Pak Presiden akan meresmikan itu,” pungkasnya. (yog/lio)








