Menengok Tiga Tahun Malang Makmur, Fokuskan Pembangunan Terintegritasi dan Berkelanjutan

Menengok Tiga Tahun Malang Makmur, Fokuskan Pembangunan Terintegritasi dan Berkelanjutan
Flayer peringatan tiga tahun Malang Makmur (Prokopim Pemkab Malang for blok-a.com)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus mengupayakan pembangunanan Malang Makmur di era Bupati Malang Sanusi dan Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto dengan menekankan pembangunan terintegrasi dan berkelanjutan.

Perlu diketahui, Malang Makmur sendiri telah diturunkan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2021-2026.

Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah menerangkan, penerapan program pembangunan Malang Makmur dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan warga Kabupaten Malang.

“Sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan warga Kabupaten Malang, program pembangunan yang dilaksanakan telah menjangkau berbagai sektor kunci, baik itu infrastruktur hingga kesehatan,” terang Nurman, pada Minggu (25/2/2024).

Salah satu yakni pembangunan infrastruktur, yang mana telah dilaksanakan peningkatan akses Jalan Gondanglegi – Bantur menjadi jalan Nasional.

Yang mana, dalam jangka panjang peningkatan kualitas aksesbilitas berupa jalan itu diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan ekonomi dan juga kesetaraan bagi masyarakat Malang Selatan mauapun masyarakat Kabupaten Malang secara luas.

“Ini salah satunya adalah untuk mendukung peningkatan aksesibilitas pasca tuntasnya pembangunan Jalan Lintas Selatan di wilayah Malang Selatan yang menjadi program Nasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pemkab Malang juga telah melaksanakan penertiban terhadap perlintasan kereta api sebidang sebagai bagian dari upaya perlindungan dan memberikan rasa aman dan nyaman terhadap masyarakat.

Sementara itu, dari aspek birokrasi, Pemkab Malang juga telah berhasil mengadopsi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Hal tersebut bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan dan akuntabel, serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya.

Pada sektor lingkungan, lanjut Nurman, Pemkab Malang juga terus melakukan inovasi berjangka panjang diantaranya yakni Program Bersih Indonesia, reboisasi hutan.

“Upaya menjaga ketersediaan air untuk irigasi, juga implementasi program IUWASH Tangguh yang terangkum dalam dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD),” lanjutnya.

Upaya pelestarian lingkungan tersebut juga didukung dengan penyediaan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) serta implementasi dari Inpres Air Minum Perkotaan.

Di sisi lain, sebagai daerah yang menjadi salah satu destinasi utama wisata Jawa Timur, Pemkab Malang terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta infrastruktur pendukung sektor pariwisata.

Di antaranya dengan disusunnya rencana pembangunan rest area serta gerbang wisata di beberapa titik yang strategis.

Di samping berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, keberadaan fasilitas tersebut juga bertujuan untuk memberikan pengalaman berwisata yang nyaman bagi para pengunjung.

Selain itu, Pemkab Malang bersama Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Singhasari terus berupaya melakukan pengembangan pada sektor pariwisata, pendidikan dan teknologi pendidikan. 

Hasilnya, saat ini terdapat lebih dari 100 filmmakers, 200 software developers dan 300 animators yang telah terwadahi pada cluster Kreatif dan Teknologi Digital di KEK Singhasari.

Dan yang terbaru, belum lama ini telah dilaksanakan peresmian Gedung Coding Factory sebagai salah satu unit pengembangan lanjutan dari keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari.

“Tentunya, kita patut berbangga karena keberadaan Gedung Coding Factory ini bukanlah semata-mata sebuah bangunan fisik. Namun lebih dari itu, gedung ini adalah lambang harapan dan cita-cita untuk mewujudkan generasi yang unggul dan siap menghadapi tantangan global di era digital,” urainya.

Selanjutnya pada sektor kesehatan, kata Nurman, terdapat beberapa program yang telah dilaksanakan. Program tersebut utamanya difokuskan pada peningkatan pelayanan kesehatan bagi Ibu dan anak serta pemenuhan gizi masyarakat.

“Seperti pengadaan dan pendistribusian alat USG dua dimensi dan telemedicine untuk screening pada ibu hamil, penguatan Ante Natal Care (ANC) terpadu di Puskesmas dan Rumah Sakit Swasta yang diikuti dengan pembinaan pelayanan ANC oleh dokter spesialis,” bebernya.

Diakhir, program Malang Makmur lainnya yang juga telah dilaksanakan yakni screening Hipotiroid Kongenital, Orientasi Keluarga Berencana Pascapersalinan, dan Workshop Kesehatan Ibu dan Anak.

Sementara itu dalam rangka percepatan perbaikan gizi bagi masyarakat, terdapat beberapa program yang telah dilakukan Dinas Kesehatan sebagai kepanjangan tangan dari Pemerintah Kabupaten Malang.

Di antaranya seperti pemenuhan alat Antropometri Kit pada semua posyandu, implementasi aplikasi Tindik Anting sebagai upaya pendeteksi, monitoring dan evaluasi balita stunting, serta pemberian pangan olahan media khusus untuk balita dengan masalah gizi.

“Di samping juga pemberian makanan tambahan (PMT) pada ibu hamil yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) dan Balita Kurang Gizi, screening anemia pada remaja putri, pemeriksaan kesehatan pada calon pengantin dan pemberian tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri,” katanya.

Program tersebut, kemudian juga ditindaklanjuti dengan peningkatan kapasitas dalam deteksi dini masalah gizi pada balita, workshop AKSI Bergizi, orientasi pemberian makanan bayi dan anak serta tata laksana gizi buruk.

Ditambahkan, upaya preventif, program skrining HIV dan TB pada kelompok berisiko seperti ibu hamil dan penduduk berisiko lainnya juga telah dilaksanakan.

“Termasuk upaya penanganan kegawatdaruratan melalui pemenuhan fasilitas berupa Ambulans Publik Safety Center (PSC) 119 yang selama 24 jam dipastikan standby untuk memberikan layanan medis dan non medis seperti panduan first aid dan evakuasi korban kegawatdaruratan,” bebernya.

Layanan tersebut tentunya juga dibarengi dengan adanya pelatihan Service Excellent guna meningkatkan performa tenaga kesehatan.

“Program ini diperkuat dengan adanya transformasi layanan yang telah terintegrasi pencatatannya melalui pelaporan e-Puskesmas ke dalam platform Satu Sehat,” terangnya.

“Di samping juga telah diterapkan program Pelayanan Kesehatan Gratis di Rumah Sakit Pemerintah bagi semua penduduk miskin Kabupaten Malang,” sambungnya.

Dalam hal ini, tentunya diperlukan adanya dukungan berupa infrastruktur yang memadai agar program-program tersebut dapat terlaksana secara maksimal.

Oleh sebeb itu, pihaknya berupaya untuk melakukan pemenuhan alat-alat kesehatan yang berstandart akreditasi bagi seluruh puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Malang.

“Termasuk dengan adanya penambahan satu unit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D di Kecamatan Ngantang, yang dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat dalam menjangkau pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Barat Kabupaten Malang,” jelasnya.

Selama tiga tahun terakhir, Kabupaten Malang telah mengalami perubahan yang signifikan dan positif berkat dedikasi dan kerja keras dari seluruh Perangkat Daerah dan stakeholders terkait.

Hal ini salah satunya dibuktikan dengan diraihnya berbagai penghargaan baik pada skala regional maupun nasional yang diperoleh oleh Pemerintah Kabupaten Malang dan Bupati Malang maupun Perangkat Daerah secara spesifik.

Di antaranya yakni 45 penghargaan pada tahun 2021-2022, 61 penghargaan pada tahun 2023, dan 2 penghargaan sepanjang Januari-Februari 2024. (ptu/bob)