Kabupaten Malang, blok-a.com – Dalam rangka menekan inflasi dan menyambut bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar gerakan pangan murah, pada Jumat (1/3/2024) pagi.
Plt Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Shanti Rismandini mengatakan, gerakan pangan murah ini sebagai bentuk stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang bulan Ramadhan.
“Ini perdana diadakan di kantor kami untuk tahun ini dan insyaallah secara rutin dalam satu bulan ada satu kali event semacam ini,” ujar Shanti saat ditemui, Jumat (1/3/2024)
Sejumlah komoditas yang digelontorkan diantaranya yakni beras merk SPHP dari Bulog serta telur ayam. Kedua komoditas tersebut disiapkan dengan harga lebih murah, jauh di bawah harga pasaran. Alhasil, setengah jam kurang lebih ludes.
“Kami order ke Bulog sebanyak delapan ton dengan harga persak Rp 51 ribu. Sebenarnya kami juga meminta ada minyak dan gula untuk menghadapi puasa dan lebaran tapi belum dipenuhi. Tadi pas ada telur, 30 kilo itu habis hanya setengah jam,” bebernya.
Selain di Pakisaji, gerakan pangan murah juga akan dilaksanakan secara merata di sejumlah kecamatan, diantaranya yakni di Kecamatan Wagir, Ampelgading dan kecamatan lain dalam waktu dekat.
“Diagendakan juga, besok permintaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) itu besok di kecamatan Kepanjen. Sedangkan ada yang rutin juga seperti oprasi pasar juga dilakukan di tujuh pasar oleh Disperindag,” pungkasnya.
Terpisah, Parmi (57) warga Kecamatan Pakisaji mengatakan, gelaran semacam ini dirasa cukup membantu bagi dirinya untuk memperoleh harga beras murah di saat harga beras mahal di pasaran.
“Alhamdulillah ini sangat membantu masyarakat kecil karena beras di luar (pasaran) suadah Rp 70 ribu lebih hampir Rp80 ribu lima kilonya.
Dengan adanya gerakan pangan murah, ia mengaku lebih hemat sampai Rp40 ribu untuk pembelian beras per 10 kilogramnya.
“Kalau bisa beli dua sak berarti hemat 40 ribu lebih, kan lumayan bisa buat beli bahan makanan lainnya apalagi semua pada naik waktu mau puasa gini,” tutupnya. (ptu/bob)








