Kota Malang, blok-a.com – Pengerjaan lintasan sepatu roda di GOR Ken Arok oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang masih belum selesai.
Keterlambatan ini mengakibatkan pemindahan cabang olahraga sepatu roda pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur ke Kabupaten Malang.
Alasannya, pengerjaan lintasan yang semula dijadwalkan selesai sebelum pelaksanaan Porprov ternyata memerlukan waktu lebih lama dari yang diperkirakan.
Ketua Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kota Malang, Erman Hernadi, memberikan beberapa penjelasan terkait situasi ini.
“Jadi untuk sarpras, kemarin untuk tahap satu sudah dikerjakan oleh Pemkot Malang. Cuman belum bisa digunakan karena pelaksanaannya memang harus bertahap,” ujar Erman.
Erman mengungkapkan bahwa Pemkot Malang telah berjanji akan segera menyelesaikan pengerjaan lintasan tersebut.
Ia juga sudah mendengar bahwa anggaran untuk mempercepat penyelesaian lintasan itu sebenarnya sudah disiapkan, tinggal menunggu pengerjaan.
“Saya sudah dengar dari Disporapar bahwa lintasan atau sirkuit yang ada di GOR Ken Arok itu akan segera diselesaikan dan anggarannya sudah disiapkan. Itu akan disesuaikan dengan kebutuhan cabang olahraga sepatu roda,” terang Erman.
Namun Erman tidak optimis pengerjaan yang dipercepat nantinya akan bisa membuat lintasan Sepatu roda di belakang GOR Ken Arok itu selesai sebelum Porprov.
“Untuk Porprov, kemarin kayaknya belum jadi, kayaknya untuk yang di sana,” ujarnya.
Karena itu, kendala yang terjadi dalam penyelesaian lintasan ini membuat cabang olahraga sepatu roda pada Porprov harus dialihkan ke Kabupaten Malang.
“Untuk Porprov ini dialihkan ke Kabupaten Malang. Karena kesiapan lintasan lebih siap di Kabupaten Malang,” tutur Erman.
Diketahui, jalur sepatu roda di GOR Ken Arok yang selesai dibangun pada tahun 2022 tersebut memang sempat kurang terurus.
Beberapa bagiannya membutuhkan perbaikan, seperti pembatas yang rusak dan rumput liar yang tumbuh di jalur tersebut.
Selain itu, aspal jalur juga mulai mengalami pengelupasan, sehingga aktivitas masyarakat kurang.
Oleh karenanya, untuk kembali menghidupkan sarana olah raga ini, maka Pemkot Malang memuturkan untuk melakukan perbaikan. (art/bob)








