Rambu Lalu Lintas Segera Dipasang di Lokasi Kecelakaan Maut Area Bromo

Proses evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan tunggal di Jurang Kawasan Taman Nasional Bromo Tenger Semeru (TNBTS), Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada Selasa (14/5/2024). (Dok. tangkapan layaran)
Proses evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan tunggal di Jurang Kawasan Taman Nasional Bromo Tenger Semeru (TNBTS), Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada Selasa (14/5/2024). (Dok. tangkapan layaran)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang akan lakukan survei lokasi untuk kemudian direncanakan penambahan rambu-rambu lalu lintas di sepanjang jalur Poncokusumo – kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Hal tersebut dilakukan usai terjadinya kecelakaan maut yang terjadi di jurang kawasan TNBTS Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kecelakaan tersebut juga menimpa 9 korban, diantranya 4 korban tewas dan 5 korban luka-luka. 

Kepala Dishub Kabupaten Malang, Bambang Istiawan membenarkan terkait minimnya rambu-rambu lalu lintas di wilayah tersebut. Sehingga diperlukan penambahan, untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan serupa.

“Memang rambu-rambu disana masih kurang, kita upayakan lengkapi. Kita masih usahakan untuk pengadaan rambu-rambu lalu lintas,” ujar Bambang saat dikonfirmasi, Rabu (15/4/2024). 

Menurutnya, rambu-rambu lalu lintas terkait dengan peringatan tanjakan, turunan, pengurangan kecepatan dan lain sebagainya sangat diperlukan terlebih di medan yang cukup ekstrim seperti contohnya di jalur wisata. 

Kendati demikian, ia belum mengetahui secara pasti jumlah rambu-rambu yang diperlukan. Bambang mengatakan, jumlah tersebut baru dapat diketahui usai dilakukan survei nantinya. 

“Paling tidak rambu-rambu peringatan yang paling diperlukan, nanti kita cek kekurangannya dimana saja. Akan kita survei lagi, titik mana yang ada rambunya mana yang tidak ada dan mana yang membutuhkan,” jelasnya. 

Disinggung terkait anggaran, Bambang menegaskan, bahwa jika dimungkinkan pengadaan untuk tambahan rambu-rambu lalu lintas akan dilakukan pengadaan ketika Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2024 mendatang. 

“Kalau pengadaan tahun ini belum. Tapi, ya nanti kalau tahun ini sudah ada pengadaan ya kita upayakan disana. Insyaallah kalau ada tambahan dana di PAK,” pungkasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan manut menimpa rombongan yang berasal dari Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Kendaraan Fortuner B 1683 TJG yang dikemudikan oleh Imirti Yasin (51) lepas kendali dan terjun ke jurang di wilayah TNBTS Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Atas kecelakaan tersebut, mangakibatkan 4 korban maninggal dunia serta 5 korban lainnya mengalami luka-luka dan cidera cukup serius sehingga perlu dilakukan perawatan intensif di Rumah Sakit. (ptu) 

Dishub Akan Survei Lokasi Kecelakaan Maut di TNBTS, Rencanakan Tambah Rambu Lalin

Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang akan lakukan survei lokasi untuk kemudian direncanakan penambahan rambu-rambu lalu lintas di sepanjang jalur Poncokusumo – kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Hal tersebut dilakukan usai terjadinya kecelakaan maut yang terjadi di jurang kawasan TNBTS Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kecelakaan tersebut juga menimpa 9 korban, diantranya 4 korban tewas dan 5 korban luka-luka. 

Kepala Dishub Kabupaten Malang, Bambang Istiawan membenarkan terkait minimnya rambu-rambu lalu lintas di wilayah tersebut. Sehingga diperlukan penambahan, untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan serupa.

“Memang rambu-rambu disana masih kurang, kita upayakan lengkapi. Kita masih usahakan untuk pengadaan rambu-rambu lalu lintas,” ujar Bambang saat dikonfirmasi, Rabu (15/4/2024). 

Menurutnya, rambu-rambu lalu lintas terkait dengan peringatan tanjakan, turunan, pengurangan kecepatan dan lain sebagainya sangat diperlukan terlebih di medan yang cukup ekstrim seperti contohnya di jalur wisata. 

Kendati demikian, ia belum mengetahui secara pasti jumlah rambu-rambu yang diperlukan. Bambang mengatakan, jumlah tersebut baru dapat diketahui usai dilakukan survei nantinya. 

“Paling tidak rambu-rambu peringatan yang paling diperlukan, nanti kita cek kekurangannya dimana saja. Akan kita survei lagi, titik mana yang ada rambunya mana yang tidak ada dan mana yang membutuhkan,” jelasnya. 

Disinggung terkait anggaran, Bambang menegaskan, bahwa jika dimungkinkan pengadaan untuk tambahan rambu-rambu lalu lintas akan dilakukan pengadaan ketika Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2024 mendatang. 

“Kalau pengadaan tahun ini belum. Tapi, ya nanti kalau tahun ini sudah ada pengadaan ya kita upayakan disana. Insyaallah kalau ada tambahan dana di PAK,” pungkasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan manut menimpa rombongan yang berasal dari Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Kendaraan Fortuner B 1683 TJG yang dikemudikan oleh Imirti Yasin (51) lepas kendali dan terjun ke jurang di wilayah TNBTS Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Atas kecelakaan tersebut, mangakibatkan 4 korban maninggal dunia serta 5 korban lainnya mengalami luka-luka dan cidera cukup serius sehingga perlu dilakukan perawatan intensif di Rumah Sakit. (ptu/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?