Usai Lebaran, Gerakan Pangan Murah di Malang Sepi Peminat

Situasi kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Malang sepi peminat (Blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Situasi kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Malang sepi peminat (Blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang usai Hari Raya Idul Fitri 2024 sepi peminat. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman depan Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, pada Jumat (26/4/2024).

Sejumlah komoditas bahan pokok disediakan mulai dari beras Bulog atau merk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), beras premium. 

Kemudian, gula pasir, minyak goreng, mi instan, ayam potong, hingga olahan pangan seeta lain sebagainya. Seluruhnya dijual dengan harga jauh dibawah harga pasaran. 

Dari pantauan Blok-a.com di lapangan, antusias pembeli masih sepi hingga pukul 10.00 WIB. Bahkan, beberapa kursi antrean yang telah disiapkan terlihat kosong. Kendati demikian, beberapa dari pembeli yang datang nampak membeli dalam jumlah banyak. 

Sekertaris Dinas (Sekdin) Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Shinta Rismandini membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, penurunan minat masyarakat dimungkinkan karena adanya stok sebelum lebaran yang belum habis. 

“Kalau bicara antusiasme, tidak sebesar waktu sebelum lebaran. Kalau sebelum lebaran kan ada panic buying untuk nyetok kebutuhan lebaran. Sekarang ini lebih alami, lebih natural sesuai kebutuhan masing-masing,” ujar Shanti saat ditemui, Jumat (26/4/2024). 

Kendati demikian, ia menyebut, masyarakat Kabupaten Malang masih merespon positif adanya gerakan pangan murah gratis yang dilaksanakan untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok tersebut. 

Sehingga dengan menurunnya minat masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang merubah sistem pembelian. Sebelumnya, pembelian beras SPHP dibatasi jumlahnya. 

Namun karena saat ini minat masyarakat tak lagi meningkat seperti saat jelang Lebaran, sehingga pembeli diperbolehkan membeli dalam jumlah banyak menyesuaikan stok yang ada. 

“Dulu sebelum pebaran maksimal 2 sak peorang. Tapi alhamdulillah, ini belanjanya natural semua , tidak sampai menimbun berpuluh-puluh sak (kemasan 5 kilogram). Tapi kita pantau, masih wajar sua sampai tiga sak saja,” sambungnya. 

Untuk terus memastikan stabilitas harga bahan pakok, lanjut Shanti, kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) juga akan terus dilakukan oleh Dinas Ketahanan Kabupaten Malang. 

“Setelah ini, tanggal 7 hadir lagi di Kecamatan Wonosari. Dan insyaallah bulan depan masih ada 3 Gerakan Pangan Murah secara keliling,” pungkasnya. (ptu/bob)