Wali Kota Malang Bakal Laporkan Hilangnya Kursi di Kayutangan ke Polisi

Duka Wali Kota Malang, Kuncoro Sosok Besar Sepak Bola Malang Raya
Duka Wali Kota Malang, Kuncoro Sosok Besar Sepak Bola Malang Raya (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, angkat bicara terkait hilangnya kursi besi di kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang. Ia memastikan akan mengambil langkah hukum atas kejadian tersebut.

Orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kota Malang itu menyebut laporan ke pihak kepolisian segera dilakukan karena kursi tersebut merupakan aset daerah.

“Nanti kita akan cek lagi, karena ini terkait kehilangan dan itu aset. Nanti kita laporkan ke kepolisian saja,” kata Wahyu saat dikonfirmasi, Minggu (15/2/2026).

Kursi di Kayutangan Heritage Hilang, Pelaku Masih Misterius
Kursi di Kayutangan Heritage Hilang, Pelaku Masih Misterius (blok-a.com/Berril Labiq)

Wahyu menjelaskan, pelaporan ini bukan semata soal kehilangan aset, tetapi juga untuk memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar ikut menjaga fasilitas umum.

“Nanti biar ada kesadaran masyarakat. Kita akan proses sesuai dengan aturan,” ujarnya.

Berdasarkan laporan sementara yang diterimanya, kursi yang hilang baru satu unit. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di kawasan wisata tersebut.

“Laporannya hanya satu saja sementara ini. Semoga saja satu saja ini, saya yakin tidak akan ada lagi,” jelasnya.

Ke depan, Wahyu mengaku akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian serta menginstruksikan Satpol PP Kota Malang untuk memperkuat pengawasan di kawasan Kayutangan Heritage.

“Nanti kita akan proses dan pengawasan dengan Satpol PP dan petugas kepolisian,” tutupnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menyatakan bahwa kursi besi yang hilang tersebut merupakan aset DLH.

Pihaknya telah meninjau lokasi dan mengecek rekaman CCTV di sekitar kawasan Kayutangan. Namun, kamera pengawas tidak menjangkau titik kursi yang hilang. Saat itu, DLH belum melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian karena masih melakukan koordinasi internal terkait langkah penanganan selanjutnya.