Patung Koleksi Ki Hajar Dewantara di Museum Pendidikan Kota Malang Ini Tidak Mirip, Bingungkan Pengunjung

Patung Koleksi Ki Hajar Dewantara di Museum Pendidikan Kota Malang Ini Tidak Mirip, Bingungkan Pengunjung
Bentuk patung Ki Hajar Dewantara di Museum Pendidikan Kota Malang yang menarik perhatian pengunjung karena tidak mirip. (foto : Widya Amalia/Blok-A)

Kota Malang, Blok-a.com – Sosok Ki Hajar Dewantara sangat penting dalam dunia pendidikan. Pencetus kalimat “Tut Wuri Handayani” ini menjadi pedoman pendidikan di Indonesia. Bentuk ekspresi kagum kepada sosoknya sering diituangkan dalam bentuk tulisan, karya lukis, bahkan patung.

Namun, ada yang berbeda dengan patung Ki Hajar Dewantara satu ini. Ya, patung tersebut nampak sangat berbeda dengan rupa Ki Hajar Dewantara. Patung Ki Hajar Dewantara itu terletak dan merupakan koleksi Museum Pendidikan Kota Malang

Berdasarkan pantauan wartawan Blok-a.com, patung tersebut dipasangi label bertulisan “Ki Hajar Dewantara” di depannya. Dengan bingkai kacamata tebal dan bulat terpasang di wajah patung itu. Tingginya hanya berkisar 30 cm saja, yang membentuk peci, kepala, hingga leher. Wajah patung itu mengerucut dengan bibir kecil yang tak simetris dengan bagian hidung.

Bentuk patung Ki Hajar Dewantara itu menggugah penasaran masyarakat, terutama bagi pengunjung Museum Pendidikan Kota Malang.

“Kalau nggak liat tulisannya, nggak tahu kalau itu Ki Hajar Dewantara,” beber salah satu pengunjung, Rusmini.

Rusmini tengah mengajak sang anak untuk mengunjungi museum ini untuk sarana literasi. Dia cukup terkekeh ketika mengetahui bentuk-bentuk patung di museum tersebut.

“Lucu aja bentuknya, tidak seperti yang biasanya diliat di gambar-gambar, internet, gitu,” kata dia.

Warga asli Wonokoyo ini cukup menyayangkan hal tersebut. Pasalnya, dia akhirnya pusing tujuh keliling untuk menjelaskan bagaimana sosok Ki Hajar Dewantara pada anaknya itu.

“Anak saya tahun ini 6 tahun. Akhirnya dia tanya-tanya siapa Ki Hajar Dewantara itu, apa wajahnya seperti itu, apa bagaimana. Kene sebagai emak e iki ngelu (kita sebagai ibunya ini pusing),” ujar dia.

Daripada patung, Rusmini lebih merekomendasikan poster saja untuk menjelaskan bagaimana rupa tokoh-tokoh tersebut.

Begitu juga dengan Halimah, salah satu pengunjung di Museum Pendidikan. Bersama cucunya, Halimah sedang bercerita bagaimana sosok pendidik pada zaman dahulu. Ketika ditanya soal rupa patung Ki Hajar Dewantara, Halimah menyebut memang hampir tidak mengenalinya.

“Zamanku mbiyen yo sing dikenalno nang murid-murid yo poster opo gambar e. Iki mbuh sopo, (Zaman saya dulu ya yang dikenalkan pada murid-murid ya poster atau gambarnya. Ini [patung] tidak tahu siapa), ” beber wanita berusia 58 tahun ini.

Menurut pengurus Museum Pendidikan, Sudarmawati, memang patung tersebut merupakan salah satu koleksi. Patung tersebut terbuat dari tanah liat yang dibentuk sedemikian rupa. Meski demikian, dia tidak mengetahui darimana patung itu berasal. Yang jelas, semua koleksi di museum tersebut dari hibah sekolah di Kota Malang.

“Itu nggak tahu darimana. Dari lama patungnya memang sudah begitu. Semua koleksi di sini hibah dari sekolah-sekolah,” ujar dia.

Selain patung tersebut, masih ada patung tokoh-tokoh lain. Seperti Muhammad Hatta, Soekarno, dan WR Supratman. Ada sekitar 10 koleksi patung di Museum Pendidikan. Ketika ditanya soal siapa pembuat patung tersebut, Sudarmawati tidak mengetahuinya.

“Belum tahu, sudah lama di situ,” kata dia. (mg2/bob)