Kabupaten Malang, blok-a.com – Sebanyak 136 sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Malang pada tahun 2025 ini tengah menjalani proses perbaikan berupa revitalisasi dan rehabilitasi.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang, Suwadji, menyampaikan, dari total 1.061 SDN dan 97 SMPN, terdapat 206 SDN dan 76 SMPN yang masuk kategori rusak. Kerusakan tersebut dibagi menjadi tiga klaster, yakni rusak berat, sedang, dan ringan.
Untuk jenjang SD, terdapat 94 sekolah rusak berat, 66 rusak sedang, dan 4 rusak ringan. Sementara pada jenjang SMP, 19 sekolah rusak berat, 4 rusak sedang, dan 53 rusak ringan.
“Kerusakannya kebanyakan pada atap, plafon, dan rangka atap yang disebabkan terdampak bencana alam maupun kondisi bangunan yang sudah lama atau kayu-kayu yang mengalami pelapukan,” ujar Suwadji, Rabu (5/11/2025).
Dari total sekolah yang diperbaiki tahun ini, 23 SDN dan 9 SMPN mendapatkan alokasi anggaran revitalisasi, sedangkan 82 SDN dan 22 SMPN memperoleh alokasi rehabilitasi.
“Untuk rehabilitasi sekolah sebelumnya hanya dialokasikan untuk 47 sekolah yang rinciannya yakni 39 SDN dan 8 SMPN. Namun, pada tahap kedua atau saat Perubahan APBD 2025, ditambah alokasi perbaikan untuk 57 sekolah,” jelasnya.
Menurutnya, seluruh proses perbaikan kini telah memasuki tahap akhir pembangunan, dan ditargetkan selesai sebelum akhir tahun agar bisa segera dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Berdasarkan hasil verifikasi lapangan dan menyesuaikan ketersediaan anggaran, pada 2025 dialokasikan anggaran sebesar Rp14,34 miliar. Untuk masing-masing ruang dianggarkan Rp100 juta. Tahun ini prioritas perbaikan untuk sekolah dengan rusak berat,” tutur Suwadji.
Selain menggunakan APBD Kabupaten Malang dan pokok pikiran (pokir) DPRD, program rehabilitasi dan revitalisasi juga didukung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, dengan pelaksanaan pengerjaan dilakukan secara swakelola.
Namun, hingga saat ini masih ada 101 SDN dan 45 SMPN yang belum memperoleh alokasi anggaran perbaikan.
“Tapi Pak Bupati dan DPRD berkomitmen, pada 2026 mendatang, setidaknya sekolah dengan kerusakan berat maupun sedang sudah bisa ditangani,” pungkasnya. (yog)








