UB Gelar Konferensi Nasional, Muhadjir Effendy Paparkan Cara Tingkatkan Lapangan Pekerjaan di Indonesia

Foto-foto : Menteri Koordinator BIdang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy ketika konferensi nasional di UB yang digelar secara luring, (10/11/2023). (foto : FIA UB untuk Blok-A.com)
Foto-foto : Menteri Koordinator BIdang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy ketika konferensi nasional di UB yang digelar secara luring, (10/11/2023). (foto : FIA UB untuk Blok-A.com)

Kota Malang, blok-a.com – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) masih menjadi pembahasan penting. Hal itu juga disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy.

Dia menyebut Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Februari 2022 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) cukup didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan persentase sebesar 10,38 persen.

Menurut data resmi yang dirilis, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada tahun 2022 adalah SD kebawah: 3,09 persen; SMP: 5,61 persen; SMA: 8,35 persen; SMK: 10,38 persen; Diploma: 6,09 persen; dan Universitas: 6,17 persen.

“Jadi, jika kita menciptakan lapangan kerja untuk persiapan generasi muda yang masuk dalam kategori SMK, kemiskinan ekstrim yang ada di masa depan akan teratasi,” ujar Effendy, pada 6th Annual International Conference on Business and Public Administration (AICoBPA) 2023 di Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Foto-foto : Menteri Koordinator BIdang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy ketika konferensi nasional di UB yang digelar secara luring, (10/11/2023). (foto : FIA UB untuk Blok-A.com)
Foto-foto : Menteri Koordinator BIdang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy ketika konferensi nasional di UB yang digelar secara luring, (10/11/2023). (foto : FIA UB untuk Blok-A.com)

Dalam laporan tersebut terungkap bahwa sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas sangat diperlukan untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki setiap daerah di Indonesia.

Meskipun jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 143,722 juta orang pada tahun 2022, total pengangguran terbuka mencapai angka yang signifikan, yaitu sebanyak 8,40 juta orang.

“Menyikapi tantangan global yang semakin kompleks, penting bagi Indonesia untuk memprioritaskan investasi dalam penyiapan generasi muda yang masuk dalam kategori SMK. Jika, Indonesia menciptakan lapangan kerja untuk lulusan SMK, kemiskinan ekstrim yang ada di masa depan akan teratasi,” jelasnya yang menjadi pembicara di AICoBPA UB 2023.

Dia juga mengutip data “Produktivitas Tenaga Kerja di Negara-negara Asia Tenggara”, dimana peningkatan produktivitas tenaga kerja perlu dilakukan. Pasalnya, persaingan pasar kerja di era globalisasi dan revolusi industri 4.0 semakin sengit.

Sementara itu, melalui analisis terbaru yang dilakukan oleh Institut Global McKinsey yang disampaikan oleh Effendy, Indonesia menerima berita positif mengenai dampak otomasi terhadap lapangan kerja di masa depan.

“Menurut laporan tersebut, diperkirakan akan ada lebih banyak lapangan kerja yang tercipta pada tahun 2030 dibandingkan dengan yang hilang akibat otomatisasi,” terang dia dalam konferensi AICoBPA tahun 2023 di UB.

Menurut Muhadjir Effendy, ada sebanyak 23 juta pekerjaan diperkirakan akan digantikan oleh otomatisasi. Tetapi pada saat yang sama, akan ada potensi terciptanya lapangan kerja baru dari 27 hingga 46 juta pada periode yang sama.
Dia memperkirakan, akan ada 10 juta jenis pekerjaan baru.

Semuanya datang dari sektor layanan kesehatan, konstruksi, manufaktur, dan ritel yang diperkirakan akan mendapatkan manfaat signifikan dari peningkatan permintaan tenaga kerja.

Untuk memanfaatkan potensi produktivitas dari otomatisasi, masyarakat Indonesia didorong untuk memperoleh keterampilan baru. Permintaan akan pekerjaan yang melibatkan aktivitas fisik yang tidak dapat diprediksi, berinteraksi dengan stakeholders, serta mengelola dan mengembangkan manusia diperkirakan akan terus meningkat.

Otomatisasi diperkirakan akan paling berpengaruh pada pengumpulan dan pemrosesan data serta aktivitas fisik yang dapat diprediksi, yang kemungkinan akan mengakibatkan penurunan jam kerja untuk tiga tugas tersebut.

Adanya peningkatan jumlah lapangan kerja di Indonesia menuntut peningkatan pendidikan tinggi dan gelaran lanjutan. Sementara, lulusan SMK diperkirakan akan mengalami perubahan lapangan kerja terbesar pada tahun 2030.

Melalui pemaparan dari Muhadjir Effendy, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan lapangan kerja, pendidikan dan pelatihan berkualitas, adaptasi terhadap perubahan, mengurangi kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga mampu menghadapi era kerja baru dan berkolaborasi antar sektor publik dan swasta.

“Langkah-langkah ini penting untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia menghadapi perubahan-perubahan yang akan terjadi di dunia kerja dalam beberapa tahun mendatang,” pungkas dia. (mg2/bob)