Kota Malang, blok-a.com – Gencarnya Satlantas Polresta Malang Kota dalam melakukan sosialisasi keselamatan berkendara selama 6 bulan berjalan ini, berdampak angka kecelakaan di Kota Malang menurun 55 persen.
Hal ini dibuktikan adanya 96 laporan kecelakaan sejak Januari hingga menjelang akhir Juli 2024.
“‘Jadi kalau dibandingkan tahun 2023 lalu dalam kurun waktu yang sama, ada sebanyak 214 laporan kecelakaan. Artinya, penurunan mencapai 55 persen,” kata Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kota Kompol Aristianto Budi Sutrisno melalui Kanit Gakkum Iptu Isrofi kepada awak media, Rabu (26/6/2024).
Isrofi melanjutkan, sebanyak 22 korban meninggal dunia akibat laka lantas selama kurun waktu 6 bulan terakhir di tahun 2024.
Sedangkan, di tahun 2023 pada kurun waktu yang sama tercatat sebanyak 24 korban meninggal akibat kecelakaan.
” Berarti ada angka penurunan. Apabila dipersentasekan dari jumlah korban meninggal, menurunnya 8,33 persen,” ungkapnya.
Kemudian, untuk jumlah korban luka ringan di tahun 2024 ini ada sekitar 132 orang. Sedangkan di tahun 2023 ada sekitar 273 orang.
Penurunan angka kecelakaan di Kota Malang ini, menurut Isrofi disebabkan banyak masyarakat yang sudah mulai sadar dan peduli dengan keselamatan berlalu lintas.
“Selain adanya kepedulian, masyarakat pengguna jalan juga sudah sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas di jalan,” katanya.
Pihaknya pun mengimbau pengendara untuk mematuhi peraturan lalu lintas saat berkendara di jalan raya. Kemudian faktor penurunan yang menyebabkan angka penurunan kecelakaan di Kota Malang adalah pemotor banyak yang menggunakan helm SNI dan menggunakan sabuk pengaman dalam mobil.
“Kami juga melakukan doa bersama ini upaya kami mendoakan korban laka lantas maupun menekan angka kecelakaan lalu lintas di lingkungan Kota Malang,“ pungkasnya. (ags/bob)








