Kota Malang, blok-a.com – Komplotan pencuri yang berjumlah 5 orang dan mengaku sebagai petugas pemerintah nyaris mencuri di rumah warga jalan Mergan Kelurahan Sukun Kecamatan Sukun Kota Malang , Kamis ( 29/2/2024 ).lalu
Aksi komplotan pencuri yang memakai pakaian kemeja dan batik diketahui dari rekaman CCTV warga di Jalan Mergan Kecamatan Sukun Kota Malang, sekitar pukul 09.22. Beruntung aksi kawanan ini berhasil digagalkan oleh pemilik rumahnya .
“Cerita dari kakak saya yang di rumah, saat itu ada dua orang bilang dari instansi pemerintah masuk ke halaman rumah. Satu orang mengajak ngobrol kakak saya yang ada di taman,” ujar Dodi pemilik rumah saat dikonfirmasi awak media, Minggu (3/3/2024).
“Pada saat kejadian itu saya tidak di rumah karena saya sudah berangkat kerja sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu yang di rumah ada ibu sama mbak saya dan di atas ada 2 anak kos,” sambungnya.
Dikatakan Dodi, tidak berselang lama setelah dirinya pergi bekerja , ada 4 orang yang mengendarai 2 sepeda motor datang ke rumahnya. Komplotan tersebut terlihat mengenakan pakaian kemeja dan batik.
“Bilangnya mereka dari pemerintahan. Awalnya itu dari 4 orang itu 3 masuk ke rumah. Saat itu yang ditemui sama mbak saya ada 2 orang dan mbak saya gak tahu kalau 1 lagi sudah masuk rumah,” terang Dodi.
“Saat itu mbak saya diajak ngobrol tapi gak jelas, seperti bahas kebersihan ada pimpinannya mau datang ke sini sampai bahas sembako. Saat mbak diajak ngobrol, dia gak sadar 1 orang lagi masuk ke rumah,” sambungnya.
Kebetulan setelah komplotan itu masuk ke dalam rumah ada penjual sayur dan bubur yang berhenti didepan rumah Dodi. Seketika kakak Dodi sadar jika ada 1 orang lagi hilang dan mencoba memeriksanya ke dalam rumah.
“Kakak saya sadar, orang kedua yang tadi datang sudah tidak ada. Akhirnya, kakak saya masuk rumah dan kaget berpapasan dengan kedua orang tersebut,” tambahnya.
Lalu, kedua pelaku yang sebelumnya berada di dalam rumah itu langsung bergegas keluar. Sedangkan pelaku yang berada di taman rumah dan mengajak ngobrol kakak korban, juga ikut keluar sambil memberikan kode.
“Nah 2 orang yang ketemu mbak saya itu kelihatan panik dan bergegas pergi. Mbak saya yang baru sadar teriak-teriak minta pertolongan tapi komplotan itu sudah kabur duluan menggunakan 2 sepeda motor,” bebernya .
Usai kejadian tersebut, kakak Dodi memeriksa barang-barang yang ada dirumah dan untungnya tidak ada satupun yang hilang. Kendati demikian, laci meja rias dan pintu lemari di kamar Dodi terlihat terbuka.
“Sepertinya masih sempet masuk ke kamar saya saja, buka-buka tapi tidak mendapatkan apa-apa dan terus keburu ketahuan akhirnya mereka melarikan diri. Mereka beraksi memang cepet sekali cuman 10 menitan,” imbuhnya .
Usai kejadian ini , Dodi meminta rekaman CCTV di tetangganya .
Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Danang Yudanto mengatakan, petugas kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut.
“Saat ini kami sedang melakukan pendalaman dan menindaklanjuti kejadian tersebut,” singkat Kompol Danang.








