Kota Malang, Blok-a.com – Setelah panas berhari-hari, akhirnya di hari Natal yang jatuh pada Senin, (25/12/2023) kali ini turun hujan. Hari Natal dan Tahun Baru di Kota Malang, sayangnya kehadiran hujan tidak selalu syahdu. Di beberapa titik Kota Malang terjadi banjir yang cukup tinggi saat hari Natal ini.
Seperti video yang beredar di X, dulunya Twitter, dan Instagram, banjir terjadi di beberapa titik Kota Malang saat hari Natal.
Di antaranya adalah wilayah ruas Jalan Sulfat, Kecamatan Blimbing Kota Malang. Dalam video X yang diupload oleh @Citiguide911 itu, nampak genangan tinggi disertai hujan deras dan angin.
Hal itu dibenarkan oleh salah seorang warga Sulfat, Intan. Wanita yang berprofesi sebagai marketing itu harus menggugurkan niatnya untuk berlibur di hari Natal.
“Aku libur hari ini, tapi banjir dan hujan deras di depan jadi males keluar,” beber dia, melalui sambungan telepon, pada (25/12/2023).
Menurut dia, hujan diperkirakan terjadi pukul 15.00 WIB. Kala itu dia tengah bersiap untuk nongkrong bersama kawan sejawat. Namun, hujan mengguyur deras.
Kemudian, seorang tetangga kos yang baru saja datang kemudian mengabarkan bahwa telah terjadi banjir.
“Katanya banjir itu lumayan tinggi, bisa sampai ke tatakan motor beat kok. Terus aku lihat motornya juga basah, dia juga basah kuyup, wes gak jadi wes,” katanya.
Soal banjir, Intan memang kerap mengalami banjir di ruas jalan Sulfat. Terlebih di persimpangan empat ruas jalan Sulfat dekat Miami Chicken, dan depan gang kosnya, di Jalan Simpang Sulfat.
Kemudian, juga beredar video banjir yang diduga terjadi di Jalan Muharto, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Video tersebut beredar di instagram yang diunggah oleh
@info_malang. Nampak genangan air tersebut menghanyutkan beberapa benda seperti plastik dan kantong sampah.
Salah seorang warga Muharto, Wimar Nugroho, juga terdampak banjir. Alih-alih pergi ke gereja dan berkumpul bersama jemaat lain, dia harus datang dengan celana basah kuyup akibat banjir.
“Aku ini tadi keluar emang cukup tinggi, percuma pake jas hujan tetap basah celanaku,” kata dia, melalui sambungan telepon.
Wimar, sapaannya, tidak menyadari kapan genangan air naik. Namun pada pukul 15.45 WIB ketika dia tengah keluar dari gang rumahnya, nampak genangan air sudah naik.
Namun, sebagai warga lokal, Wimar sudah cuek dengan hal tersebut.
“Udah macet, banjir, sudah biasa,” pungkas lelaki berwajah bulat ini. (mg2/bob)








