Kronologi Dugaan Pamer Alat Kelamin di CFD Kota Malang, Korban Merasa Ada Gesekan Kulit Tapi Bukan Tangan atau Kaki

Dugaan Eksibisionis Terjadi di CFD Kota Malang, Terduga Pelaku Langsung Kabur
Tangkapan layar terduga pelaku eksibisionis di CFD Kota Malang (Akun Tiktok)

Kota Malang, blok-a.com – Pengalaman tidak mengenakkan menimpa pengunjung CFD Kota Malang di Jalan Ijen, tepatnya di bazar UMKM di museum Brawijaya.

Pengunjung perempuan berinisial PA itu mengaku menjadi korban eksibisionis atau kelakuan pamer alat kelamin dari seseorang di bazar UMKM museum Brawijaya CFD Kota Malang. Pengalaman itu pun sempat diunggah di akun Tiktok PA berupa video.

PA menjelaskan, awalnya ia memang bersama temannya ke CFD pada Minggu (18/8/2024) kemarin. Dia pun langsung beli makanan di bazar UMKM yang ada di Museum Brawijaya CFD Kota Malang.

Sebenarnya sejak awal masuk, PA sudah melihat terduga pelaku pamer alat kelamin itu. Terduga pelaku berjaket hoodie hitam dan bermasker hitam itu sedang ada mengantre di salah satu booth UMKM. Suasananya waktu itu ramai dan desak-desakkan.

“Orangnya kayak lagi antre jajan yang desek-desekan gitu, aku ya biasa aja awalnya.. kita notice orang itu karena bau badannya sedikit nyengat,” kata PA ke blok-a.com, Selasa (20/8/2024).

PA pun awalnya beli jajanan batagor di sana. Antrenya cukup lama dan suasananya desak-desakan. Akhirnya PA dan temannya berkeliling lagi mencari jajanan lainnya.

Saat berkeliling itu, PA mengaku temannya merasa ada keanehan. Ada yang menyentuh bagian belakang teman PA.

“Awalnya kan di belakangku, setelah itu pindah ke samping ku,” jelasnya.

PA pun lalu menyadari bahwa terduga pelaku itu tepat di belakangnya. Tak berlangsung lama, kini PA merasa ada yang menyentuh bagian belakangnya.

“Aku kerasa juga da yang aneh nyentuh area belakangku tak kira ya jajanan atau barang orang lain,” kata dia.

Karena merasa tidak nyaman, dua tangan PA ditaruhnya di bagian belakang. Tujuannya untuk melindungi area belakangnya.

Tidak lama berselang tangannya, merasa ada sentuhan kulit, namun bukan tangan atau kaki. Ada yang menggesek-gesek di telapak tangannya. Dia pun awalnya masih berpikir positif.

“Kayak digesekin di telapak tanganku, masih aku cerna kan pakai otak dingin,” jelasnya.

Namun, ternyata ada sentuhan kulit lagi namun bukan tangan dan kaki. Dia pun terus melihat ke belakang. Ternyata sentuhan itu adalah alat kelamin dari terduga pelaku.

“Aku langsung kaget dan lari nyerobot beberapa orang untuk minggir. Aku tremor, kaget, deg-degan,” kata dia.

PA pun langsung menegur baik-baik orang yang dilihat PA menempelkan alat kelamin ke telapak tangan PA itu. Teguran itu pun dilakukan di situasi yang cukup ramai. Meskipun begitu, tidak ada yang menghentikan langkah terduga pelaku eksibisionis itu.

“Orang-orang kayak taunya aku negur biasa,” kata dia.

Karena merasa kotor, PA ke kamar mandi untuk menyuci tangan dan roknya. Di kamar mandi itu, dia harus antre. Saat antre, dia melihat terduga pelaku eksibisionis itu masih keliling dan berada di tempat yang desak-desakan.

Setelah dari kamar mandi, dan belum terima atas peristiwa yang dialaminya, akhirnya PA mencari orang itu. Temannya disuruh untuk merekam aksi pencariannya mencari terduga pelaku yang menempelkan alat kelamin ke telapak tangannya itu.

“Ternyata aku ketemu orang itu lagi yang lagi nyari mangsa buat melakukan aksinya. Sebelum melakukan aksinya aku buru-buru banget buat nyerobot orang yang sempit-smpitan dan akhirnya aku berani negur lagi itu yang di video,” tuturnya.

Sayangnya teguran itu pun terhenti tanpa ada penangkapan dari terduga pelaku itu. Terduga pelaku langsung kabur di keramaian bazar UMKM CFD Kota Malang.

“Aku niatnya cuma negur, gak berani sebenarnya. Aku kira gabakal ada yang ngebela aku, aku negur itu biar nggak ada korban lagi,” kata dia.

PA pun mengaku belum melaporkan kejadian yang menimpanya ke polisi. Dia menilai laporannya tidak akan diproses karena tidak menemukan identitas pelaku.

“Belum kak, aku mikirnya ya gak bakal di proses karena gak bisa nyari identitas pelaku,” tuturnya.

PA pun berpesan agar peristiwa eksibisionis atau pamer bahkan menyentuhkan alat kelamin di CFD Kota Malang ini tidak terulang lagi. Dia berharap jika ada seseorang yang memamerkan alat kelamin atau menempelkan alat kelamin, bisa langsung dihentikan oleh pengunjung atau pihak panitia.

“Pesannya juga hati-hati kalaupun ada kejadian itu harap langsung minta tolong atau teriak aja,” tutupnya. (bob)