Kota Malang, Blok-a.com – Sebuah mobil Daihatsu Grandmax terbakar di pinggir Jalan Tenaga Utara, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa (24/2/2026). Mobil terbakar sekitar pukul 14.15, api membara melahap mobil tersebut.
Komandan Regu (Danru) 3 UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, M. Soleh membenarkan. Dia bersama dua mobil damkar menuju ke lokasi sekitar pukul 14.30.
“Tadi sekitar 15 menit kita sampai ke lokasi,” ujarnya.
Setelah itu, puluhan petugas langsung memadamkan api di mobil itu. Ternyata api juga telah menjalar ke rumah yang berada di dekat mobil itu. Sedikitnya ada dua rumah yang dilalap api.
Akhirnya petugas juga mengarahkan air ke dua rumah tersebut untuk pemadaman.
“Kami butuh waktu sekitar 15 menit untuk memadamkan dan pendinginan,” ujarnya.
Selama proses pemadaman, arus lalu lintas di sekitar sempat tersendat, sebab jalan ditutup total. Mobil yang hendak melewati jalan di lokasi kebakaran diarahkan ke Jalan Karya Timur.
Soleh juga menjelaskan, selama proses pemadaman terdapat kendala. Ternyata arus listrik di lokasi kebakaran belum dimatikan. Akhirnya petugas sempat ragu untuk memadamkan.
“Terus ada dari pihak relawan saya suruh menghubungi PLN agar listrik dimatikan. Karena membahayakan petugas kita,” tuturnya.
Penyebab kebakaran sendiri diduga berasal dari proses pengelasan yang tengah dilakukan pada mobil Grandmax tersebut. Saat itu proses pengelasan dilakukan pada bagian tengah mobil.
“Nah waktu itu lalu ada percikan dan terjadi kebakaran,” tuturnya.
Tak ada korban jiwa dari peristiwa kebakaran itu. Namun satu unit mobil dan dua rumah hangus terbakar.
“Nggak ada korban. Makanya kita datang ke TKP kosong semua,” tutupnya.
Menurut keterangan salah seorang saksi mata, Dedi, sebelum kebakaran terjadi ia melihat ada orang yang bakar-bakar di mobil itu.
“Terus di bawah itu ada bensin. Habis itu nyamber ban kiti depan. Perlahan-lahan apinya membesar,” kata dia.
Ternyata rumah yang terbakar itu juga toko las. Katanya, di sekitar rumah itu terdengar ledakan hingga empat kali.
“Orang-orang mau madamin nggak berani. Terus habis itu ada ledakan kedua kali sampai ke empat kali ledakan. Hingga akhirnya manggil Damkar,” tutupnya. (bob/gni)








