Terungkap! Pria Kepanjen yang Ditemukan Gantung Diri di Turen Ternyata Sempat Diculik – Dianiaya

Konferensi pers pengungkapan kasus pria Kepanjen yang ditemukan gantung diri di Turen, digelar di halaman depan Mapolres Malang, Sabtu (18/11/2023).
Konferensi pers pengungkapan kasus pria Kepanjen yang ditemukan gantung diri di Turen, digelar di halaman depan Mapolres Malang, Sabtu (18/11/2023).

Kabupaten Malang, blok-a.com – Kasus kematian Abdul Ghofur (53), seorang tukang bangunan asal Jalan Adi Kurnia, Desa Ardirejo, Kepanjen, Kabupaten Malang yang ditemukan gantung diri di Jalan Imam Bonjol, Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Malang, akhirnya terungkap.

Satreskrim Polres Malang berhasil mengamankan dan menetapkan lima orang tersangka dalam kasus ini.

Wakapolres Malang, Kompol Wisnu S Kuncoro, menyampaikan dalam konferensi pers di halaman depan Mapolres Malang, bahwa kelima tersangka terlibat dalam aksi penculikan, pemerasan, dan pengancaman yang menyebabkan korban akhirnya bunuh diri.

Mereka adalah Kasihanto alias Antok (41) warga Desa Sitiarjo, Kecamatan Ampelgading, Subagio (51) warga Desa Pandansari Kecamatan Wagir, Rochmad alias Matador (50) warga Desa Sumbermanjing Wetan, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Mawan Zunaedi (43) warga Jalan Imam Bonjol, Desa Tanggung Kecamatan Turen, dan Rosidi alias Rosdam (45) warga Dusun Purwodadi Desa Bumirejo Kecamatan Dampit.

Kronologis kejadian dimulai ketika korban dijemput oleh seseorang menggunakan sepeda motor Honda Scoopy warna merah pada Rabu (15/11/2023) pukul 20.00 WIB dari rumahnya di Kepanjen.

Orang tak dikenal ini menawari korban pekerjaan yang membuatnya ikut tanpa curiga. Namun, hingga pukul 23.00 WIB, korban tidak kunjung pulang.

“Kemudian tersangka Rosidi datang ke rumah Wiwin di Desa Codo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Wiwin adalah kerabat korban, dan tersangka memberitahu bahwa korban memiliki masalah asusila dengan Diana, mantan menantu korban,” ungkap Wisnu, Sabtu (18/11/2023).

Wisnu mengatakan, skandal asusila ini disebut terjadi saat Diana masih menjadi menantu korban. Setelah memberitahukan hal ini, Rosidi pergi dan meninggalkan nomor handphonenya pada Wiwin.

Pada Kamis (16/11/2023) pukul 14.00 WIB, Rosidi menelepon Wiwin untuk meminta uang tebusan sebesar Rp30 juta. Namun kemudian, korban ditemukan tewas dengan cara gantung diri di rumah milik Mawan di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

“Pada awalnya Polsek Turen mendapatkan laporan tentang orang yang gantung diri, tapi beberapa saat setelahnya Polsek Kepanjen mendapatkan laporan orang hilang dengan ciri-ciri yang sama. Maka kami melakukan penyelidikan mendalam,” ujarnya.

Sempat Dianiaya

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah, menyatakan bahwa hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, korban meninggal karena bunuh diri setelah sebelumnya diculik dan dianiaya oleh para tersangka.

“Namun, sebelum melakukan bunuh diri, korban terlebih dahulu diculik dan dianiaya oleh para tersangka,” ungkap Gandha, Sabtu (18/11/2023).

Setelah mengidentifikasi para tersangka, jajaran Satreskrim Polres Malang melakukan penangkapan pada Jumat (17/11/2023).

Dari sini diketahui modus operandi para tersangka ingin memanfaatkan skandal korban dengan mantan menantunya yang pernah berhubungan seksual. Tersangka kemudian menghajar korban dan meminta uang tebusan Rp30 juta untuk membebaskannya.

“Korban berusaha meminta tolong kepada anak dan saudara-saudaranya untuk memenuhi permintaan para tersangka. Namun anak dan keluarga korban tidak memiliki uang hingga akhirnya korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia karena bunuh diri di rumah salah satu tersangka,” bebernya.

Menurut Gandha, korban meminta izin ke toilet kepada para pelaku. Usai tak kunjung kembali, ternyata korban ditemukan sudah tewas dengan leher tergantung.

Gandha menjelaskan bahwa kelima tersangka akan dijerat dengan empat pasal berbeda, termasuk Pasal 328 KUHP tentang Penculikan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara, Pasal 333 KUHP tentang Perampasan Kemerdekaan dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara, Pasal 170 KUHP tentang Pengancaman dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, dan Pasal 368 KUHP tentang Pembiaran Pengancaman dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

“Kami juga mengamankan sekitar 14 barang bukti, termasuk sepeda motor Honda Scoopy merah, mobil Daihatsu Sigra warna putih, 5 buah handphone, dan lainnya,” pungkasnya.(mg1/lio)