Kampung Wisata di Kota Malang Ini Sepi Pengunjung, Padahal Ada Taman Hidden Gem

Kampung Wisata di Kota Malang Ini Sepi Pengunjung, Padahal Ada Taman Hidden Gem
Suasana taman tersembunyi Kampung Putih, Kecamatan Klojen, Kota Malang. (foto : Widya Amalia/Blok-A)

Kota Malang, Blok-a.com – Kampung Wisata, yakni Kampung Putih, barangkali tak begitu dikenali oleh wisatawan yang datang ke Kota Malang. Kampung wisata yang berada di RW 06 Kelurahan Celaket di Jalan Jaksa Agung Suprapto Kota Malang ini begitu sepi.

Tidak seperti destitasi kampung wisata pada umumnya, Kampung Putih tidak ramai. Hanya beberapa warga lokal yang beraktivitas seperti biasanya.

Sesuai dengan namanya, dulunya semua rumah dan kawasan yang ada di kampung ini dicat dengan warna putih sehingga nampak anggun dan bersih. Namun kini, beberapa cat sudah mengelupas.

Menurut Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), David, menyebut memang keberadaan kampung ini masih kurang familiar.
Di musim liburan saja, tidak ada aktivitas wisata di kampung tersebut. Padahal, semenjak diresmikan tahun 2017, kampung tersebut sempat dikenal.

“Ya pengunjungnya ya kayak hari-hari gini, sepi,” ujar David, ketika ditemui di rumahnya, pada (26/12/2023).

Menurut pantauan wartawan Blok-A, memang ada beberapa ornamen dan spot untuk berfoto selfie ataupun wefie. Kampung Putih ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan Kampung Warna Warni, karena letaknya berada di dekat bantaran sungai.

Namun, sayang sekali, ornamen dan spot tersebut sudah tidak terawat. Bahkan, diam-diam Kampung Putih memiliki sebuah taman kecil di bantaran sungai.

Taman tersebut berbentuk berundak dengan sebuah balkon yang menjulur ke sungai. Terdapat tulisan “Kampung Putih” yang tertempel di dinding taman tersebut. Taman itu dilengkapi dengan ornament kupu-kupu berwarna putih besar di temboknya.

Di taman tersebut juga tergantung bendera-bendera kecil yang melintang bak festival. Ada juga beberapa tanaman yang masih ada di taman tersebut. Namun sayangnya, tidak ada pengunjung sama sekali. Kampung tersebut sepi, begitu juga dengan taman tersembunyi di dalamnya.

Menurut David, masih belum diketahui apa penyebab tidak adanya pengunjung. Namun, diduga karena kalah pamor dengan kampung tematik lain.

Kampung tersebut dikelola mandiri oleh warga. Pengelola juga dilakukan olek Pokdarwis dan Karang Taruna.

“Kalau di sini dikelola mandiri, jadi Pokdarwis dan Karang Taruna,” kata dia. (mg2/bob)