Kabupaten Malang, blok-a.com – Menjelang libur lebaran tahun 2024 yang juga bertepatan dengan pergantian musim kemarau ke musim penghujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang imbau masyarakat untuk waspadai peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Perlu diketahui, kasus DBD di Kabupaten Malang sendiri mengalami peningkatan yang cukup drastis pada Maret 2024. Bahkan hingga Sabtu (23/3/2024) ditemukan sebanyak 905 kasus, dengan angka kematian mencapai 10 jiwa.
Dibandingkan akhir bulan Februari 2024, angka positif DBD maupun kematian juga mengalami peningkatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Malang mencatat sebanyak 130 angka positif, satu diantaranya meninggal dunia.
Menanggapi peningkatan DBD, Wakil Bupati (Wabup) Malang, Didik Gatot Subroto menghimbau para pelaku wisata untuk menjaga kebersihan saat libur panjang lebaran atau Idul Fitri 2024.
Sebab, dipastikan saat libur lebaran nanti aktivitas masyarakat akan meningkat tajam terutama di sektor wisata yang ada di wilayah Malang.
“Saat lebaran idul fitri ledakan pengujung wisatawan akan luar biasa. Maka pelaku wisata ini harus mempersiapkan tenaga-tenaga kebersihan. Seperti menambah kantong maupun tempat sampah,” ujar Didik saat ditemui belum lama ini.
Selain itu, pemasangan papan imbauan bagi para wisatawan untuk buang sampah pada tempatnya juga perlu dilakukan menurutnya.
Hal tersebut digunakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan sehingga dapat mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
“Edukasi kepada warga masyarakat, bagaimana mereka jangan membuang sampah sembarangan. Utamanya sampah-sampah plastik, kaleng dan sebagainya,” katanya.
Selain membuang samph pada tempatnya, Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), menutup, menguras, mendaur ulang, dan mencegah gigitan nyamuk (3M Plus) ini juga perlu dilakukan.
Sehingga, Pemkab Malang beharap adanya kerja sama antara pemerintah daerah, pelaku wisata serta wisatawan yang datang ke Malang untuk terus menerapkan pola hidup sehat untuk mengantisipasi lonjakan kasus DBD pasca mudik lebaran.
“Maka berpulang pada Sumber Daya Manusia (SDM), ini memang harus ada sinergisitas antara pelaku wisata dengan wisatawan dan Pemerintah Daerah untuk mengantisipasi melonjaknya kasus,” pungkasnya. (ptu/bob)








