Hendak Buka Warung Soto, Pedagang di Singosari ini Kaget Ada Pria Tergeletak Meninggal Dunia

Hendak Buka Warung Soto, Pedagang di Singosari ini Kaget Ada Pria Tergeletak Meninggal Dunia
Pria yang ditemukan meninggal dunia dievakuasi di Singosari Malang

Kabupaten Malang, blok-a.com – Seorang pria tua ditemukan meninggal dunia di belakang warung soto milik Bu Iin di Jalan Raya Randuagung RT 07 RW 07 Desa Randuagung Kecamatan Singosari Kabupaten Malang Senin (26/2/2024 ) siang kemarin.

Kapolsek Singosari Kompol Masyhur Ade saat dikonfirmasi blok-a.com mengatakan untuk identitas pria yang meninggal itu bernama Taufiqul Cholis (58). Dia sesuai KTP-nya merupakan warga Jalan Selorejo RT 06 RW 08 Kelurahan Lowokwaru Kecamatan Lowokwaru Kota Malang..

“Korban pertama kali ditemukan oleh pemilik warung soto dalam kondisi tergeletak di tanah , kayak orang tidur,” kata Kompol Masyhur, Rabu (28/2/2024).

Diungkapkan pria yang pernah menjabat Kasat Polairut Banyuwangi, saat itu pemilik warung soto milik Bu Lin Yuniati (57) warga Jalan Raya Randuagung Desa Randuagung Kecamatan Singosari sekitar pukul 12.00 Wib , hari Senin ( 26/2/2024 ) akan membuka warung soto miliknya.

” Saat itu saksi (Bu Lin) mengecek ke belakang warungnya dan mendapati korban tergeletak di belakang warungnya dekat lahan kosong,” ungkapnya.

“Kemudian saksi berusaha membangunkan korban tetapi tidak ada respon,” sambungnya

Takut terjadi hal hal yang tak diinginkan , saksi menghubungi ketua RT 07 RW 07 (pelapor) dan mengecek kondisi korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Ketua RT setempat langsung menghubungi pihak Polsek Singosari untuk segera ditindak lanjuti,” beber Kompol Masyhur.

Setelah petugas melakukan olah TKP dan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban , sekajitnya jenasah korban dievakuasi kekamar jenasah RSSA Kota Malang untuk dimitakan visum.

“Berdasarkan keterangan pihak keluarga , kalau korban sudah menderita sakit diabetes sejak 20 (dua puluh tahun) yang lalu. Dan korban sudah lama bercerai dengan istrinya karena tidak mempunyai keturunan.Pihak keluarga terakhir bertemu korban awal
bulan Februari 2024,” pungkasnya.

Pihak keluarga korban , sepakat menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban dan menerima kematian korban sebagai musibah.