Penyakit Mata – Perut Kembung Jadi Ancaman Peternak Hewan Kurban saat Pancaroba di Malang

Hewan kurban di Kabupaten Malang jelang Hari Raya Idul Adha 2024 (blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)
Hewan kurban di Kabupaten Malang jelang Hari Raya Idul Adha 2024 (blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malangblok-a.com – Perubahan cuaca menjadi ancaman bagi peternak maupun penjual hewan kurban di Kabupaten Malang. Dikarenakan, saat pancaroba hewan rentan terserang penyakit hingga dapat mengancam kematian. 

Hal tersebut dirasakan oleh peternak kambing di Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Nur Yanto. 

Pria yang juga berprofesi sebagai penjual hewan kurban ini was-was terhadap penyakit kembung hingga sakit mata yang dapat mengancam kambing, terutama saat pergantian musim penghujan ke kemarau seperti saat ini. 

“Sekarang cuaca kadang panas kadang dingin. Kalau kambing kurang umur, sering kena kembung dan sakit mata. Itu cukup bahaya ancamannya kematian,” ujar Nur Yanto saat ditemui Blok-a.com, Jumat (7/6/2024). 

Menurutnya, kematian kerap terjadi jika penanganan dua penyakit tersebut tidak segera ditangani.

Terlebih saat hewan belum cukup umur, atau umur kurang dari 6 bulan. Maka perlu adanya pengawasan yang cukup ekstra. 

“Karena kambing baru harus adaptasi. Jadi perlu diberikan makanan yang banyak mengandung serat dan suntikan vitamin,” katanya. 

Saat pergantian musim, nafsu makan menurun juga kerap terjadi pada hewan. Untuk mengatasi hal tersebut, ia memberikan makanan alternatif seperti buah-buahan yang mengandung serat tinggi sebagai pengganti rumput.

“Kabanyakan orang menggunakan rumput hijau-hijauan, kalau saya biasanya diganti dengan buah seperti pepaya. Itu bagus juga untuk vitaminnya, kebanyakan kambing juga suka karena segar mungkin ya,” jelasnya. 

Selain harus menjaga pola makan saat musim pancaroba, sambung Nur Yanto, kebersihan kandang juga terus diperhatikan untuk meminimalisir tumbuhnya bakteri yang dapat mengancam kesehatan hewan. 

“Pembersihan kandang juga rutin dilakukan. Alhamdulillah sekarang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sudah hilang, tapi antisipasi juga harus tetep kita lakukan,” pungkasnya.(ptu/lio)