Masuki Musim Kemarau, Tangki Air Hingga Tandon Potable Disiagakan

Ilustrasi tangki air saat musim kemarau di Kabupaten Malang (dok. BPBD Kabupaten Malang for blok-a.com)
Ilustrasi tangki air saat musim kemarau di Kabupaten Malang (dok. BPBD Kabupaten Malang for blok-a.com)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mulai siap siagakan alat kedaruratan menjelang musim kemarau.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya musim kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengerangkan, antisipasi bencana kekeringan hingga karhutlah mulai siagakan.

Pihaknya juga telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan per 10 Juni hingga 30 September 2024.

Hal tersebut dilakukan karena pada tahun 2023 lalu, terdapat 21 desa di 8 kecamatan yang terdampak kekeringan di Kabupaten Malang.

“Dengan adanya status siaga itu, kita punya kewenangan untkk melakukan atau mengkoordinir. Artinya penyiapan sumber daya manusia, peralatan, lalu juga melakukan koordinasi lintas stakeholder sudah kita lakukan,” ujar Sadono saat ditemui, Jumat (5/7/2024).

Terkait persiapan peralatan, diantaranya seperti tangki air, tandon air, terpal, alat pompa air serta lain sebagainya. Untuk menghadapi musim kemarau di Kabupaten Malang dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan menerima bantuan alat pemanganan kekeringan.

“Kita sudah ngajukan ke BPBD Provinsi untuk menambah peralatan penanganan kekeringan. Mungkin akan ada tambahan tandon, kita juga sudah dapat support dari provinsi berupa terpal atau tandon portable,” jelasnya.

Disinggung terkait kesiapan tangki air untuk pendistribusian, Sadono mengatakan, selama ini pihaknya memaksimalkan tiga unit tangki yang dimiliki BPBD Kabupaten Malang. Selain itu, ada juga bantuan support dari dinas lain, seperti PMI, Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang

Kemudian, ia juga memaksimalkan unit bak terbuka yang kemudian diisi dengan tando untuk penanganan kekeringan yang jumlahnya meluas.

“Sejauh ini belum ada penambahan atau pengadaan unit tangki. Tahun lalu kita juga minta dukungan dari Dinas Sosial Provinsi satu tangki, jadi pinjam pakai melalui Dinsos Kabupaten,” pungkasnya.

Perlu diketahui, sejumlah daerah yang berpotensi kekeringan dari tahun 2023 diantaranya yakni ada 21 desa yang tersebar di 8 kecamatan.

Diantaranya yakni Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kalipare, Donomulyo, Sumberpucung, Jabung, Singosari, Lawang dan Kromengan.

Kendati demikian, dari seluruhnya belum dilaporkan terjadi kekeringan terlebih saat status siaga darurat bencana kekeringan telah ditetapkan sejak 10 Juni 2024 lalu. (ptu)