Belum Ditemukan Virus Mpox di Kabupaten Malang, Masyarakat Diminta Waspada

Ilustrasi vaksin monkeypox. (AFP)
Ilustrasi vaksin monkeypox. (AFP)

 

Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) belum temukan kasus virus Monkeypox (Mpox) atau cacar monyet di wilayah Kabupaten Malang. Kendati demikian, masyarakat dihimbau untuk terus waspada terhadap penyakit menular tersebut.

Seperti diketahui bersama, kasus Mpox atau cacar monyet tengah melanda wilyah Indonesia. Setidaknya, ada 88 pasien dalam perawatan yang terjangkit virus tersebut.

Penyakit yang menyerang kulit dan menyebabkan bintik hitam itu berasal dari virus monkeypoxvirus (MPXV) dan merupakan zoonosis yang berarti bisa ditularkan dari hewan ataupun manusia.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Nur Syamsu Dhuha mengatakan, pihaknya telah melakukan antisipasi dan menyebarkan informasi kewaspadaan terhadap virus Mpox yang menular tersebut.

Informasi itu disampaikan melalui puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Malang. Diharapkan, masing-masing puskesmas dapat menyebarkan informasi tersebut kepada masyarakat.

“Belum ada laporan khusus di Kabupaten Malang. Namun, kami sudah lakukan sosialisasi kewaspadaan sampi dengan tingkat puskesmas, untuk disampaikan di wilayah masing-masing,” kata Nur Syamsu kepada blok-a.com, Kamis (29/8/2024).

Sementara itu, saat disinggung terkait ketersediaan vaksin virus yang dapat melunar dari manusia maupun hewan itu, Mantan Kepala Puskesmas Singosari itu menyebut vaksin hanya tersedia di daerah yang menjadi sasaran saja.

“Kabupaten Malang bukan menjadi daerah sasaran, sementara vaksin (mpox) hanya untuk daerah sasaran saja,” tegasnya.

Terpisah, Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, Bobi Prabowo mengatakan, hingga saat ini pasien dengan gangguan maupun gejala cacar monyet belum ditemukan di RSUD yang berada di Kecamatan Kepanjen itu.

Kendati demikian, ia tengah menyiapkan antisipasi dini jika sewaktu-waktu muncul adanya kasus virus yang menular itu.

“Kalau pasien hingga hari iki kosong, tidak ada yang memiliki gejala tersebut (cacat monyet). Namun, kami tetap waspada dengan menyiapkan ruangan isolasi baik di IGD maupun ruangan inap,” beber Bobi kepada Blok-a.com. (ptu)