Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang resmi meluncurkan seragam anyar khas daerah bertepatan dengan hari jadi ke-112 Kota Malang, Rabu (1/4/2026).
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan busana ini bukan sekadar pakaian seremonial, melainkan simbol perjalanan sejarah Kota Malang.
“Kemudian yang kedua, hari ini juga diluncurkan satu bentuk pakaian khas Malangan yang filosofinya sudah dijelaskan, ada nilai histori mulai dari wali kota pertama yang warga Belanda sampai dengan hari ini,” ujarnya.
Ia menyebut seluruh nilai tersebut dituangkan dalam desain busana yang sarat kearifan lokal.
“Ini semuanya telah tertuang dalam filosofi pakaian dan kearifan lokalnya juga sangat tinggi sekali karena berbasis budaya asli Kota Malang,” katanya.
Menurutnya, busana ini akan digunakan dalam momen tertentu sebagai identitas resmi daerah.
“Pakaian ini nanti pada acara-acara tertentu kita akan menggunakan pakaian khas Malang seperti ini,” ucapnya.
Wahyu juga menegaskan karakter Kota Malang berbeda dengan daerah sekitar.
“Jadi memang kita berbeda dengan Kabupaten Malang yang kulturnya kerajaan, kemudian Kota Batu juga lahir terakhir jadi kulturnya berbeda. Perpaduan antara kolonial dan tradisional ini ada di Kota Malang,” tegasnya.
Selain jajaran Pemkot, busana ini juga dikenakan oleh pimpinan hingga anggota DPRD Kota Malang.
Secara desain, seragam ini didominasi warna hitam putih. Atasan berupa jas berkerah weper dipadukan kemeja putih berkerah tinggi dan dasi panjang. Bawahan menggunakan kain batik motif Tugu Pucuk Kopi yang dikenakan sebatas lutut, lalu dipadukan celana panjang hitam agar tetap fleksibel.
Aksesori seperti selempang dan obeng brew turut melengkapi. Penutup kepala memakai topi Aalstenaar yang dipadukan udeng, serta sepatu pantofel hitam.
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menjelaskan desain ini telah melalui kajian mendalam.
“Busana ini dirancang sebagai representasi identitas Kota Malang yang memadukan unsur sejarah dan budaya lokal,” ujarnya.
Inspirasi busana diambil dari gaya berpakaian Raden Adipati Aryo Suryo Adiningrat, yang dikenal sebagai pemimpin adaptif dan dekat dengan masyarakat.
Motif batik Tugu Pucuk Kopi merupakan pengembangan dari motif kawung peninggalan Kerajaan Singasari, yang dipadukan dengan simbol kopi dan Tugu Malang sebagai ikon kota.
Seragam ini diharapkan menjadi simbol kebanggaan sekaligus memperkuat identitas Kota Malang sebagai kota yang historis dan adaptif.








