Memancing di Embung, Pelajar 14 Tahun Asal Permanu Meninggal Tenggelam

Lokasi embung yang menenggelamkan pelajar asal Permanu Kabupaten Malang (Istimewa)
Lokasi embung yang menenggelamkan pelajar asal Permanu Kabupaten Malang (Istimewa)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Seorang pelajar berusia 14 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di kawasan wisata Sumber Embung Babatan, Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Minggu (31/5/2026) lalu.

Korban diketahui bernama Romadhon (14), warga Dusun Blau, Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB saat korban bersama dua temannya memancing di area embung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, usai memancing korban kemudian turun ke embung untuk berenang. Namun karena tidak memiliki kemampuan berenang yang memadai, korban diduga mengalami kesulitan saat berada di tengah embung hingga akhirnya tenggelam.

Dua rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan. Akan tetapi upaya penyelamatan tersebut tidak membuahkan hasil lantaran keduanya juga kesulitan menjangkau korban di dalam air.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Ngajum. Petugas bersama warga melakukan pencarian hingga korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 16.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

Kapolsek Ngajum, AKP Bagus Wijanarko, mengatakan korban awalnya datang ke embung bersama dua temannya untuk memancing sebelum akhirnya memutuskan berenang.

“Korban bersama kedua temannya memancing di embung kemudian korban berenang. Karena tidak bisa berenang, korban tenggelam,” ujar Bagus saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, kedua teman korban sebenarnya sempat berusaha memberikan pertolongan saat melihat korban kesulitan di air. Namun usaha tersebut tidak berhasil karena keterbatasan kemampuan berenang.

“Teman-temannya berusaha membantu, namun karena tidak kuat berenang akhirnya korban tenggelam,” lanjutnya.

Setelah menerima laporan, petugas bersama warga melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Korban akhirnya berhasil ditemukan beberapa jam kemudian.

“Saksi memberitahu perangkat desa kemudian melaporkan ke Polsek Ngajum. Korban ditemukan pada pukul 16.30 WIB,” tuturnya.

Bagus mengungkapkan, setelah proses evakuasi selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Atas permintaan keluarga, korban tidak dibawa ke rumah sakit dan langsung dimakamkan di dekat rumah duka.

“Atas persetujuan dan permintaan keluarga, korban langsung dimakamkan di rumah duka,” pungkasnya. (yog/bob)