6 Fakta Kasus Dugaan Bunuh Diri Mahasiswi Unair dengan Gas Helium

Ilustrasi foto meninggal dunia

Blok-a.com – Seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, CA (21), ditemukan tewas di dalam mobil usai diduga melakukan aksi bunuh diri.

Jenazah mahasiswi yang berasal dari Kediri itu ditemukan di halaman apartemen Royal Bisnis, Tambak Oso, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur pada Minggu (5/11/2023).

Dari dalam mobil bernopol AG 1484 BY, tempat CA ditemukan tewas, polisi menemukan sejumlah barang pribadi milik korban termasuk surat wasiat yang berbahasa Inggris.

Dirangkum Blok-a.com, Selasa (7/11/2023), berikut deretan fakta soal kasus mahasiswi Unair yang ditemukan tewas di dalam mobil.

1. Kronologi Penemuan

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo menjelaskan bahwa jasad CA pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan yang sedang berkeliling apartemen.

“Ditemukan pagi sekitar pukul 05.30 WIB oleh petugas sekuriti yang sedang patrol, Dari temukan itu kemudian dilaporkan ke polisi,” kata Andaru dilansir dari Kompas.com, Selasa (7/11/2023).

Mengetahui hal tersebut, petugas apartemen pun sontak menghubungi polisi. Usai mendapat laporan, polisi langsung melakukan penyelidikan dan memintai keterangan sejumlah saksi soal kematian korban.

“(Saksi) adiknya (korban), forensik, dan saksi yang ada di sana (penemu korban), ada enam ya totalnya. Kesimpulan (kematian CA) belum ya,” lanjutnya.

2. Ditemukan Tabung Gas Helium

Saat ditemukan petugas, kondisi kepala korban diketahui terbungkus kantong plastik dan terlakban di bagian leher.

Polisi juga menemukan benda berupa tabung helium beserta selang yang mengarah ke kantong plastik yang membungkus kepala korban.

“Plastik yang menutup kepala korban itu terhubung dengan selang kecil yang nyambung ke sebuah tabung di sebelahnya. Tabung gas helium yang berada di sebelah korban,” jelas Andaru.

3. Tinggalkan Surat Wasiat

Selain menemukan tabung gas helium dan barang pribadi milik korban, polisi juga menemukan surat wasiat berbahasa Inggris. Surat tersebut ditujukan kepada orang tua, sahabat, serta orang dekat korban.

“Ada surat wasiat berbahasa Inggris. Yang intinya pamitan kepada pihak keluarga. Untuk itu masih kita lakukan pendalaman,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Waru AKP Ahmad Yani.

4. Tak Ditemukan Tanda Kekerasan

Ahmad Yani juga mengatakan, berdasarkan hasil visum, jenazah wanita berusia 21 tahun tersebut sama sekali tak memperlihatkan tanda kekerasan.

Selain itu, kata Yani, seluruh barang berharga milik korban juga masih tersimpan di dalam mobil tempat dia ditemukan yakni Jazz berwarna hitam dengan nomor polisi AG1484BY.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Barang korban juga masih utuh,” kata Yani.

5. Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Meski tak ditemukan tanda kekerasan, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian korban dengan menunggu hasil analisis dan uji toksikologi di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

“Memang autopsi sudah selesai, kami saat ini sedang menunggu hasilnya dari kedokteran forensik dari RS Bhayangkara Surabaya,” kata Andaru.

“Selain itu, untuk memastikan penyebab kematian, kami juga melakukan uji toksikologi terhadap sampel-sampel organ dalam korban, apakah ada racun atau tidak. Kita tunggu hasilnya,” sambungnya.

6. Sempat Pamit dengan Adik

Sebelum ditemukan meninggal, CA diketahui sempat berpamitan dengan sang adik yang tinggal bersamanya di apartemen. Di momen terakhir itu, korban memeluk adiknya erat-erat.

“Menurut keterangan dari adik korban yang tinggal satu apartemen, sekitar pukul 3 sore Hari Sabtu korban pamit pergi kepada adiknya. Kemudian memeluknya dengan erat,” kata Andaru.

Setelah berpamitan tersebut, keberadaan korban tidak lagi diketahui. Sampai akhirnya diketemukan dalam keadaan meninggal dalam mobil.

(hen)