Kota Malang, Blok-a.com – Meriahnya kawasan Jalan Ijen di Kota Malang dengan berbagai deretan lampu kini berubah menjadi keluhan. Pasalnya, telah beredar video di sosial media yang mengeluhkan soal tata kota kawasan bersejarah itu. Video tersebut diunggah di instagram @info_malang yang menampakkan suasana Jalan Ijen tanpa deretan lampu.
Berdasarkan yang diberitakan sebelumnya, memang deretan lampu yang berlogo UMM itu telah menghiasi sepanjang Jalan Ijen. Terdapat 214 titik lampu yang telah dipasang di Jalan Ijen Kota Malang. Proyek tersebut telah dimulai pada bulan September lalu. Kini, deretan lampu tersebut sudah berfungsi di malam hari.
Beberapa respon netizen nampak mengeluhkan hal tersebut. Pasalnya, terlalu banyak lampu yang dipasang di Kota Malang, salah satunya Jalan Ijen.
“Apikan biyen… Elegan. Kakean lampu dadi ketok ndesit,” tulis @citrasavitri
“Pak / Buk sing gawe anggaran lampu.. Timbang buak2 duit. Mending duit e digawe sosialisasi mengatur SOP tukang parkir dimalang cek Ramah Tamah ke customer. Nah terus ya. Di malang iki banyak titik arek cilik dodolan jajan dengan mengharap iba orang sing jelas2 iku di exploitasi. Terus sosialisasi pisan iku jeneng e membuang sampah pada tempatnya. Dan perbanyak pasukan kuning beserta tong sampahnya di semua wilayah. Terus sungai e dikeruk pisan cek gak pati banjir. Nuruti estetik lampu ya gak ono entek e ndaaa 😌,” tulis @erzet.q_malang.
“Ijen sebelum lampu itu elite bgt, Setelah pake lampu jadi murah” tulis @difah99.jpg

Tanggapan juga datang dari salah satu warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rosiana. Wanita 53 tahun ini sudah tinggal di Kota Malang selama puluhan tahun. Karena jarang melewati Jalan Ijen, dia begitu terkejut terdapat banyak lampu di kawasan itu.
“Kaget wah kok banyak lampu ya. Biasanya lewat situ (Jalan Ijen) kalau mau ke mall atau jalan bersama keluarga masih belum ada lampu,” ujar dia, pada (4/12/2023).
Rosiana kerap melewati jalan Ijen pada pukul 09.00 WIB atau 17.00 WIB. Sewaktu belum mengalami sakit pada tulang punggung, Rosiana bahkan sering menikmati waktu di gelaran Car Free Day (CFD) di sana. Menurut dia, Rosiana tidak terlalu keberatan soal dipasangi lampu. Namun, dia menyayangkan soal jarak dan kontrasnya tema.
“Jaraknya deket-deket jadi kurang asik diliat. Ya, itu juga tema desain lampunya juga nggak sesuai dengan rumah-rumah di sini,” kata dia.
Sementara itu, untuk mahasiswa Universitas Negeri Malang, Thoriq, menyebut lampu tersebut memang sempat menarik perhatiannya.
“Ya itu lampu e kan ada tulisan UMM-nya jadi ya tertarik itu kenapa kok bisa e sampe kampus pasang lampu di banyak tempat di sini juga,” kata dia.
Namun, ketika ditanya soal tanggapan, Thoriq menyebut tidak ada masalah. Pasalnya, memang lampu jalan dibutuhkan mengingat banyak sejoli seusianya menghabiskan waktu untuk bermesraan di tempat remang.
“Sering kan berduaan kalau nggak di kursi ya di motor. Bagus ada lampunya. Tapi menurut aku kebanyakan lampunya,” ujar lelaki 24 tahun itu. (mg2/bob)







