Ketua PD Muhammadiyah Kota Malang Ajak Masyarakat Bersatu Jaga Persatuan di Konflik Palestina dan Israel

Ketua PD Muhammadiyah Kota Malang Ajak Masyarakat Bersatu Jaga Persatuan di Konflik Palestina dan Israel
Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Malang, Dr. Abdul Haris, MA.

Kota Malang, blok-a.com – Konflik antara Palestina dan Israel memunculkan sorotan dari berbagai pihak. Tragedi kemanusiaan yang menewaskan orang dewasa hingga anak-anak itu mendapat sorotan dari Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Malang, Dr. Abdul Haris, MA.

Abdul menjelaskan, penyerangan Israel di Palestina yang memunculkan korban itu adalah kenyataan dan tidak bisa dipungkiri.

Konflik ini juga menghancurkan sejumlah fasilitas di Palestina.

“Tentu saja kita demua tidak menginginkan ini semua terjadi,”
kata Haris dikonfirmasi Senin (6/11/2023).

Haris pun meminta, warga Indonesia khususnya Kota Malang untuk berusaha menggalang solidaritas kemanusiaan. Solidaritas itu ditujukan untuk para korban terluka ataupun meninggal akibat konflik Israel Palestina.

“Karena itu kita semua tetap bersama-sama tetap berusaha mengalang solidaritas kemanusiaan untuk membantu saudara kita yang ada di Palestina,” kata dia.

Haris juga berdoa konflik tersebut segera menemukan solusi terbaik. Perang yang terjadi diharapkan segera berakhir damai.

Selain itu, dia juga berharap konflik yang terjadi tidak mempengaruhi persatuan dan kesatuan warga negara Indonesia yang merupakan warga muslim terbesar di dunia.

“Selain itu marilah kita tetap menjaga kesatuan dan persatuan bangsa kita,” jelasnya.

Dia pun mengajak, warga Indonesia khususnya Kota Malang tetap jaga persatuan dan kesatuan sembari memberikan dukungan solidaritas kemanusiaan untuk Palestina.

Dia menyarankan, agar sejumlah pihak tidak memberikan banyak komentar konflik di Palestina yang justru menimbulkan konflik baru di Indonesia.

“Jangan pula konflik yang terjadi ditanggapi dengan keliru yang justru akan merusak citra umat Islam di mata Dunia. Saya juga berharap agar konflik kemanusiaan ini tidak diseret ke ranah politik yang dapat memecah belah untuk kepentingan sesaat. Justru konflik ini menjadi momen untuk bersatunya rasa kemanusiaan bangsa,” kata Haris. (mg1/bob)