Kabupaten Malang, blok-a.com – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Malang pada Januari hingga Juni 2024 mengalami peningkatan dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan dalam enam bulan terakhir, angka kematiannya mencapai puluhan jiwa.
Plt. Kepala Dinskes Kabupaten Malang, Nur Syamsu Dhuha mengatakan, kematian akibat DBD pada tahun 2024 mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat dari tahun sebelumnya pada periode yang sama.
“Kasus kematian yang diakibatkan oleh DBD pada tahun 2023 di wilayah Kabupaten Malang adalah sebanyak 7 kasus, pada tahun 2024 sampai bulan Juni jumlah kematian yang diakibatkan oleh DBD tercatat sebanyak 24 kasus,” kata Syamsu saat dikonfirmasi blok-a.com, Kamis (4/7/2024).
Menurutnya, angka kematian yang melejit tersebut disebabkan adanya keterlambatan pemeriksaan yang kemudian berpengaruh pada keterlamabatan penanganan serta perawatan yang tepat.
“Kebanyakan pasien dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan setelah mengalami penurunan kondisi cukup parah,” terangnya.
Dari jumlah yang ada, kata pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Puskesmas Singosari tersebut, sebagaian besar kasus kematian menimpa usia anak-anak.
“Pada tahun 2024 (kematian) paling banyak terjadi pada kategori usia anak, yakni sebanyak 14 kasus terlaporkan,” bebernya.
Mananggapi melejitnya kasus kematian anak pada perkara DBD, pihaknya menghimbau agar masyarakat Kabupaten Malang khususnya orang tua untuk melakukan kewaspadaan dini dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Terlebih pada musim El Nino, sebab fenomena tersebut dapat mempengaruhi proses perkembanganbiakan nyamuk yang pesat pula.
“Karena kenaikan suhu yang secara tidak langsung itu turut mempengaruhi kenaikan perkembangbiakan dan intensitas gigitan nyamuk penular DBD,” tegasnya. (ptu)








