Kota Malang, Blok-a.com – Kasus cacar monyet atau monkeypox sudah terdeteksi di Indonesia. Namun, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Meiftah Eti Winindar meminta masyarakat untuk tidak panik. Pasalnya, di Kota Malang sendiri masih belum ditemukan laporan mengenai cacar monyet.
“Kalau di Kota Malang juga masih belum kami terima laporan, tapi kami berkoordinasi dengan banyak sektor untuk antisipasi dan deteksi penyakit,” ujar Mieftah, ketika ditemui di Dinkes Kota Malang, pada (27/10/2023).
Cacar monyet, lanjut dia, memiliki kemiripan gejala dengan cacar air. Gejala keduanya sama-sama mengalami demam, pegal-pegal, munculnya ruam-ruam di tubuh. Namun, bedanya terletak pada dimana munculnya ruam tersebut. Pada penderita yang ditemukan di Jakarta, ruam cacar monyet juga bisa muncul di telapak tangan dan wajah.
Menurut data WHO yang dirujuk Dinkes Kota Malang, penderita juga bisa mendapatkan ruam di sekitar area genital dan mulut. Gejala lainnya adalah demam di atas 38 derajat celcius disertai sakit punggung dan kelelahan.
“Gejala lainnya juga ditemukan mual, nyeri tenggorokan, capek-capek, diare,” paparnya.
Terkait lama penyembuhan, Mieftah menyebut memang belum ada laporan sembuh dari Kemenkes sejak pertama dilaporkan yakni 22 Oktober silam. Cacar monyet sendiri merupakan virus yang bisa menyebar melalui kontak dekat.
“Penyebarannya itu skin-to-skin, yakni kulit ke kulit ya, seperti menyentuh, atau face-to-face, jadi bisa melalui droplet, atau mouth-to-mouth kalau kissing, dan melalui barang-barang,” beber dia.
Soal tindakan preventif, kini pihaknya sedang melakukan pendalaman soal pergerakan persebaran kasus cacar monyet. Kemudian, pihaknya akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Dia juga menghimbau agar masyarakat juga turut waspada dengan gejala-gejala tersebut.
“Apabila ada gejala di bawah 24 jam itu segera dilaporkan ke puskesmas supaya segera ditindaklanjuti,” ungkap wanita berhijab ini.
Penindakan yang akan dilakukan adalah berupa pengambilan sampel untuk analisa lebih lanjut. Pengambilan sampel akan melalui dua jenis swab, yakni swab lesi dan orofaring. Swab lesi merupakan pengambilan sampel di kulit luar sekitar ruam, sementara orofaring melalui hidung.
Dinkes Kota Malang menghimbau agar masyarakat bisa mencegah terjangkit virus cacar monyet dengan menggalakkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Yakni dengan menjaga kebersihan sehari-hari serta rutin melakukan cuci tangan. (mg2/bob)








