Kota Malang, blok-a.com – Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyerahkan 3.220 paket bantuan kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS) dan mereka yang terdampak inflasi pada Minggu 3 Desember 2023.
Paket bantuan tersebut diserahkan kepada warga KRS yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan belum menerima bantuan dalam tiga bulan terakhir di Kota Malang. Distribusi dilakukan ke lima kecamatan di Kota Malang, dengan alokasi khusus untuk masing-masing kecamatan.
Setiap paket terdiri dari beras premium 5 kg, daging ayam 1 kg, telur ayam ras 10 butir, ikan kembung 500 gram, bawang merah 250 gram, cabai merah 250 gram, tomat 1 kg, wortel 500 gram, buncis 300 gram, jeruk siam madu 1 kg, dan susu UHT 1 liter.
Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif yang digerakkan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, berlangsung di Kantor Kelurahan Bandungrejosari.
Untuk Kelurahan Bandungrejosari, Wahyu tidak hanya melakukan penyerahan simbolis tapi juga melakukan pendistribusian door-to-door kepada warga penerima manfaat di sekitar kantor kelurahan.
Dalam penyerahan door-to-door itu Wahyu dibarengi dengan kepala Dispangtan, Direktur Perumda Tunas, Camat Sukun ,dan lurah di wilayah Kecamatan Sukun
Menyingkapi hal ini, Wahyu menegaskan bahwa stunting dan inflasi adalah fokus utama pemerintah yang memerlukan intervensi. Kedua isu ini memiliki keterkaitan, karena inflasi yang tidak terkendali dapat mempengaruhi daya beli masyarakat, yang selanjutnya berdampak pada pemenuhan bahan pangan.
“Maka hari ini kami akan berikan intervensi, selain untuk mengatasi dampak inflasi namun juga untuk stunting. Karena salah satu penanganan stunting adalah dengan memberikan gizi yang baik,” jelasnya.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memberikan asupan gizi yang mencukupi bagi keluarga. Wahyu berharap bantuan ini bermanfaat dan mengajak masyarakat untuk melaporkan kasus stunting ke kelurahan agar dapat ditangani dengan koordinasi bersama kecamatan dan puskesmas.
Slamet Husnan Hariadi, Kepala Dispangtan Kota Malang, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan akses dan memastikan ketersediaan pangan berkualitas bagi masyarakat rentan di Kota Malang.
“Diharapkan masyarakat rentan yang terdampak inflasi ini tetap dapat mengakses pangan dan mengalokasikan pendapatan untuk kebutuhan lain. Dengan demikian daya beli masyarakat dapat juga terjaga,” terangnya. (mg3/bob)








