Kabupaten Malang, blok-a.com – Seorang Lansia di Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri.
Lansia itu ditemukan gantung diri di dapur rumahnya dengan menggunakan tali tampar plastik warna biru yang diikat di kayu blandar.
Lansia yang gantung diri itu bernama
Lamiran (60) warga Dusun Tempur Lor RT 003 RW 002 Desa Sumbertempur Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang.
Kapolsek Wonosari Iptu Mochamad Budiono saat dikonfirmasi awak media mengatakan, korban ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri oleh anak kandungnya bernama Yohan (28) sekitar pukul 07.30 Jumat (30/8/2024).
“Sekitar pukul 07.30, anak korban akan masuk kerumah dan langsung kaget melihat korban yang sudah dalam keadaan gantung diri dengan menggunakan tali tampar atau tambang palstik warna biru yang di ikat di kayu kusen pintu kamar dalam rumahnya,” kata Iptu M Budiono, Jumat (30/8/2024).
Melihat ayah kandungnya meninggal dunia dengan cara gantung diri, sontak anak korban berteriak dan memanggil tetangganya bernama Didin (30) yang pada saat itu sedang berada di sebelah rumah korban.
Lanjut, menurut keterangan saksi Didin kalau dirinya diberi tahu oleh anak korban kalau ayahnya gantung diri.
“Jadi tetangga korban langsung menuju ke lokasi dan menemukan korban sudah dalam keadaan gantung dengan menggunakan tali tampar atau tambang warna biru yang terbuat dari palstik yang di ikatkan di kayu kusen pintu kamar di dalam rumah korban,” jelasnya.
Setelah melihat korban dalam keadaan gantung diri saksi Didin langsung memberi tahu dan meminta bantuan ketetangga korban lainnya setelah itu saksi langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wonosari.
Ditambahkan Iptu M Budiono, mendapatkan laporan ini, unit piket Reskrim Polsek Wonosari bersama tim medis dari Puskesmas Wonosari langsung meluncur kelokasi kejadian.
“Setelah petugas melakukan olah TKP dan hasil pemeriksaan luar oleh tim Medis dari Puskesmas Wonosari disaksikan oleh keluarga korban, keseluruhan tubuh tidak terlihat adanya tanda tanda kekerasan. Jadi
di duga bahwa korban meninggal dunia karena kehabisan oksigen saat gantung diri.” bebernya.
Pihak keluarga korban keberatan dan menolak untuk dilakukan Visum/otopsi dan sudah menerima dengan ikhlas korban meninggal dengan cara gantung diri.
“Berdasarkan keterangan pihak keluarga korban sudah lama mengalami dipresi dan pihak keluarga membuat surat pernyataan penolakan tidak mau dilakukan Visum Et Repertum, serta ikhlas menerima kematian korban,” pungkasnya.








