Mahasiswa UB Ditemukan Tergeletak di Tepi Sungai Bawah Jembatan Suhat

Tim relawan saat evakuasi pemuda yang ditemukan tergeletak di tepi sungai Brantas, Sabtu (13/7/2024).(blok-a.com/Andik Agus)
Tim relawan saat evakuasi pemuda yang ditemukan tergeletak di tepi sungai Brantas, Sabtu (13/7/2024).(blok-a.com/Andik Agus)

Kota Malang, blok-a.com – Seorang pemuda ditemukan tergeletak di tepi Sungai Brantas, tepat di bawah jembatan Soekarno-Hatta (Suhat) Kota Malang, Sabtu (13/7/2024).

Pantauan blok-a.com di lokasi, pemuda tersebut ditemukan dalam kondisi sadar, tepatnya di area rerumputan bawah pabrik es Betek.

Indra, salah satu relawan Kota Malang mengatakan, pihaknya mendatangi lokasi sekitar pukul 09.05 WIB, begitu mendapatkan informasi dari masyarakat.

Lokasi korban ditemukan cukup sulit dijangkau, hingga tim relawan harus melalui area sungai untuk proses evakuasi.

“Kami bersama tim harus turun melalui makam Betek ke arah sungai hingga menceburkan ke dalam sungai untuk menuju posisi korban,” terang Indra.

“Sesampainya di lokasi, korban dalam kondisi sadar dan masih bisa diajak berbicara sambil mengeluh sakit di bagian punggung,” sambungnya.

Indra mengungkapkan, korban mengaku seorang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) jurusan Administrasi Bisnis dan baru 1 bulan kos di Jalan Mayjen Panjaitan, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen.

“Saat saya ajak komunikasi, korban mengaku bernama Alexander Hermes Manulang (19) asal Kota Bekasi, Jawa Barat,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Lowokwaru Kompol Anton Widodo mengatakan, awalnya Polantas tengah bersiaga di Pos Lantas UB mendapat laporan dari warga tentang adanya orang terjatuh di bibir sungai Brantas, sekitar pukul 08.30 WIB.

Petugas kemudian menghampiri dan melihat dari atas jembatan Suhat. Sejurus kemudian, korban terlihat melambaikan tangan layaknya meminta bantuan.

“Saat itu, kelihatan dari atas jembatan, dia (korban) masih bisa melambaikan tangan. Namun karena kondisi dia (korban) tidur di tepi sungai,” ujar Anton, Sabtu (12/7/2024).

Tim relawan saat evakuasi pemuda yang ditemukan tergeletak di tepi sungai Brantas, Sabtu (13/7/2024).(blok-a.com/Andik Agus)
Tim relawan saat evakuasi pemuda yang ditemukan tergeletak di tepi sungai Brantas, Sabtu (13/7/2024).(blok-a.com/Andik Agus)

“Lalu saya minta bantuan siaga 8 Polresta, BPBD, PMI dan relawan lain untuk mengevakuasi orang ini. Diyakinkan bahwa pernyataan dari relawan yang turun, mengecek, dan ternyata masih hidup,” sambungnya.

Setelah berhasil dievakuasi, korban dibawa ke RS dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk mendapatkan perawatan.

Diduga Jatuh dari Jembatan

Menurut Anton, ada dugaan korban mengalami luka patah tulang di bagian punggung akibat terjatuh dari atas jembatan Suhat setinggi hampir 40 meter.

Anton mengaku, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab korban berada di tepi sungai.

“Kronologisnya bagaimana, orang ini sampai ada di sungai kami akan lakukan penyelidikan. Saat ini telah dievakuasi dan dibawa ke RSSA. Nanti akan dicek di RSSA apa saja lukanya,” sebut Anton.

Anton juga membenarkan informasi yang disampaikan sebelumnya bahwa korban merupakan seorang mahasiswa.

“Identitas korban, laki laki usia 19 tahun. Informasinya, yang bersangkutan merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Lowokwaru. Tentu akan kami cek kebenarannya,” tegas Anton.

Ditanya terkait indikasi percobaan bunuh diri, Anton mengaku belum dapat memastikan.

“Masih kami dalami (dugaan bunuh diri). Dan kami selidiki bagaimana dia bisa sampai di bawah,” tukasnya.(ags/lio)