Kota Malang, blok-a.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mulai berupaya membangun kesadaran masyarakat untuk menuju lingkungan yang berkelanjutan. Upaya itu diwujudkan dengan pemetaan tiga persoalan krusial yang menjadi perhatian serius, yakni pengolahan sampah, bencana dalam hal ini banjir dan kualitas air sungai yang ada di Kota Malang.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Malang, Tri Santoso, menjelaskan persoalan pertama berkaitan dengan pengelolaan sampah. Menurutnya, pemilahan sampah sejak dari tingkat rumah tangga menjadi kunci untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus menekan potensi pencemaran lingkungan.
Persoalan kedua adalah banjir yang dipicu oleh berbagai faktor, seperti pertumbuhan penduduk, alih fungsi lahan, hingga berkurangnya kawasan resapan air. Selain itu, perubahan sempadan jalan menjadi bangunan serta kebiasaan membuang sampah sembarangan turut memperparah kondisi.
“Jadi air yang harusnya bisa teresap, gak teresap dan keluar jalur. Lalu berkumpul di saluran irigasi atau drainase. Nah disana juga ketutup sampah sehingga terjadilah banjir,” ucapnya, Rabu (15/4/2026).
Sementara itu, persoalan ketiga adalah kualitas air sungai yang berdasarkan uji sampel terakhir pada 2025 berada dalam kategori sedang menuju tercemar. Kondisi ini membuat air sungai tidak layak untuk dikonsumsi.
“Faktornya kondisi kualitas air sungai di Kota Malang ini karena ada mayoritas tercemar limbah domestik,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Trisan ini menilai, ketiga persoalan tersebut menjadi tantangan besar yang tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Untuk itu, DLH Kota Malang terus menggencarkan edukasi guna membangun kesadaran lingkungan, khususnya di kalangan generasi muda melalui lingkungan pendidikan.
“Kami melihat membangun kesadaran ke generasi muda di sekolah sekolah atau kampus lebih efektif dalam penanganan persoalan persoalan krusial ini. Karena ini berkaitan dengan mainset peduli lingkungan masa depan,” ujarnya.
Edukasi yang diberikan meliputi pengolahan dan pemilahan sampah, reboisasi, hingga gerakan penghijauan. Selain itu, DLH juga mendorong penerapan program Adiwiyata di sekolah dari jenjang SD hingga SMA.
“Selama ini, kami juga sudah mendorong sekolah mulai jenjang SD sampai SMA untuk bisa menciptakan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan melalui program Adiwiyata,” pungkasnya. (yog)







