Pakar Ekonomi: Kolaborasi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekraf di Malang Raya

Pakar ekonomi, Nurafni Eltivia saat ditemui di Mini Block Office, Sabtu (18/11/2023) siang.(blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)
Pakar ekonomi, Nurafni Eltivia saat ditemui di Mini Block Office, Sabtu (18/11/2023) siang.(blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

Kota Malang, blok-a.com – Industri Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Malang Raya terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pemerintah daerah pun ikut andil mendukung perkembangan ekraf tersebut.

Pakar ekonomi, Nurafni Eltivia menyebut, Malang menjadi kota dengan pertumbuhan ekraf yang cukup baik. Sebab, dalam perkembangannya, pelaku ekraf juga difasilitasi melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Malang Creative Center (MCC).

“Selain Kota Pendidikan, Malang juga memiliki KEK dan MCC yang dapat dipergunkan untuk terus belajar, mencari dan mengasah kreativitas yang ada di diri kita,” ujar Nurafni Eltivia saat ditemui di Mini Block Office, Sabtu (18/11/2023) siang.

Dorongan dari pemerintah daerah juga direspons baik oleh masyarakat Kota Malang. Terbukti dengan tak pernah sepinya kunjungan di MCC Kota Malang. Hal ini merupakan awal yang baik untuk perkembangan ekraf di Malang Raya.

“Respons cukup bagus, hal tersebut melihat dari tak pernah sepinya Gedung MCC. Sehingga itu merupakan pertanda dunia ekraf disabut baik untuk muda mudi. Bahkan semua kalangan, sangat disambut baik, banyak lapisan yang berkegiatan di MCC,” ujarnya.

Kendati demikian, tak cukup dengan dorongan melalui kedua wadah tersebut. Perkembangan ekraf juga perlu diperkuat dengan kolaborasi antar stakeholder terkait.

Di antaranya yakni kolaborasi yang dilakukan oleh pelaku ekraf, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga lembaga keuangan.

“Yang terpenting adanya kolaborasi, semua pihak harus terlibat dalam hal ini menyukseskan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Tak berhenti di situ, lanjut Via, sapaan akrabnya, support dari instansi pendidikan juga turut andil dalam pembentukan kreativitas anak sejak dini. Pembentukan jiwa entrepreneurship dapat dimulai dari lembaga pendidikan.

“Nah ekraf sendiri merupakan entrepreneurship, itu yang perlu kita gali. Untuk saat ini, mindset entrepreneurship masih ke entrepreneurship ke yang produknya jasa atau produk yang sifatnya nyata, tapi ekrafnya belum,“ urainya.

Sehingga, perlu adanya inovasi dan kreativitas yang terus digali untuk pelaku ekraf. Terlebih, Via menambahkan, bahwa pertumbuhan Ekraf terus berjalan secara cepat seperti pertumbuhan teknologi pada umumnya.

“Turutama kreativitas, inovasi, bagaiama setiap pribadi dia punya daya inovasi, tidak pernah berhenti untuk belajar karena seperti kita ketahui ekraf cepat banget siklusnya, jadi cepat sekali perubahannya sama seperti teknologi. Untuk itu dalam hal ini diharapkan untuk terus belajar,” pungkasnya. (ptu/lio)