Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sudah serius dalam menjalankan rencananya merombak total sistem angkutan umum di Kota Malang dengan skema Buy The Service (BTS). Bahkan Pj Wali Kota Malang dan Dinas Perhubungan sudah beberapa kali mengkomunikasikan skema ini kepada para supir angkot.
Perombakan skema ini dimaksudkan untuk menarik kembali minat warga Kota Malang untuk menggunakan transportasi umum. Salah satu poin yang menjadi nilai jual angkutan kota berbasis BTS nanti adalah tarif yang jauh lebih murah, bahkan gratis.
Terkait hal ini, Blok-A.com mencoba untuk melihat sisi lain dari adanya ‘angkot gratis’ tersebut dengan meminta pendapat para mitra ojek online. Salah satunya adalah Rofan, yang sudah dua tahunan menjadi driver ojek online (ojol).
Driver ojol ini mengaku akan Ikhlas menerima jika nantinya di Kota Malang ini diterapkan skema angkot gratis, karena ia percaya rejeki tidak akan salah sasaran.
“Ya ndak apa-apa, rejeki sudah ada yang mengatur kan. Ya tidak apa-apa yang penting tetap berusaha, ikhtiar. Kalau ojol kan bisa langsung jemput di tempat, kalau angkot kan lebih ke jalan-jalan umum jadi ada pasarnya sendiri-sendiri,” ujarnya.
Optimisme terkait perbedaan pasar angkot gratis dan ojek online juga yang menjadi pegangan Khoiri, mitra ojek online lainnya. Ia percaya bahwa dalam urusan transportasi setiap orang memiliki preferensi mereka sendiri-sendiri, sehingga ia masih optimis ojek online tetap akan bisa hidup.
“Oke-oke saja, karena kan untuk keluarga mereka juga sendiri-sendiri. Kalau pendapatan menurun itu pasti, tapi kan mungkin orang kalau untuk transportasi kan tinggal memilih, jadi peminatnya ada sendiri-sendiri,” ujar Khoiri, yang sudah 5 tahun menjadi mitra ojek online di Kota Malang.
Terkait pendapatan yang menurun, hal yang sama diutarakan oleh Sugiyono. Ia sadar bahwa pendapatannya mungkin akan menurun jika skema angkot gratis tersebut diberlakukan, namun kembali lagi ia percaya rejeki sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa.
“Kalau menurut saya ya itu tergantung rejeki masing-masing. Saya tidak mempermasalahkannya, memang pasti berkurang karena lawannya gratis,” tutur Sugiyono yang juga sudah 2 tahun menjadi mitra ojek online.








