Kota Malang, blok-a.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang meningkatkan pemantauan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang berpotensi mengalami kemacetan selama libur panjang pertengahan Mei 2026. Libur panjang tersebut berlangsung pada 14 Mei 2026 bertepatan dengan Hari Kenaikan Isa Almasih dan dilanjutkan cuti bersama pada Jumat, 15 Mei 2026.
Momentum libur nasional dan cuti bersama itu diprediksi akan meningkatkan mobilitas masyarakat, baik warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah yang masuk ke Kota Malang. Karena itu, Dishub mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk mengurai potensi kepadatan kendaraan di sejumlah titik strategis.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan di beberapa ruas jalan yang dinilai rawan mengalami kemacetan. Titik tersebut antara lain Jalan Ahmad Yani, Jalan Basuki Rahmat atau kawasan Kayutangan Heritage, Jalan Merdeka, hingga Jalan Borobudur.
“Upaya ekstra telah kami susun. Kami gunakan teknologi dan aplikasi yang dapat memberikan laporan terkini secara langsung,” jelasnya, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, Jalan Ahmad Yani menjadi salah satu ruas paling rawan macet karena merupakan jalur utama penghubung sekaligus pintu masuk Kota Malang dari sisi utara. Volume kendaraan dari luar kota yang masuk menuju pusat kota kerap menumpuk di jalur tersebut saat akhir pekan maupun musim libur.
Sementara itu, Jalan Borobudur juga menjadi perhatian khusus karena kawasan tersebut dikenal sebagai pusat kuliner sekaligus jalur penghubung menuju Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) dan akses menuju Kota Batu yang juga ramai saat musim liburan.
Sedangkan di Jalan Basuki Rahmat, kepadatan lalu lintas sering terjadi karena adanya kawasan wisata Kayutangan Heritage yang hampir setiap hari dipadati wisatawan. Aktivitas parkir, kendaraan wisata, hingga pejalan kaki kerap menjadi penyebab perlambatan arus lalu lintas.
Untuk Jalan Merdeka, kawasan ini menjadi salah satu titik ramai karena berada di sekitar Alun-Alun Kota Malang dan pusat perbelanjaan yang selalu menjadi tujuan wisatawan maupun warga lokal saat libur panjang.
Widjaja menjelaskan, Dishub memaksimalkan penggunaan perangkat digital dan sistem pemantauan berbasis aplikasi untuk mengatasi keterbatasan jumlah personel di lapangan. Dengan sistem tersebut, petugas bisa menerima laporan kondisi lalu lintas secara langsung dan segera mengirim personel ke lokasi yang mengalami kepadatan.
“Kalau di titik-titik ruas jalan itu muncul kemacetan, kami bisa langsung mengirimkan petugas ke lokasi untuk melakukan penanganan,” tambahnya.
Selain itu, Dishub juga menyiapkan kemungkinan penerapan rekayasa lalu lintas apabila kondisi di lapangan membutuhkan penanganan lebih lanjut. Namun, langkah tersebut tetap harus melalui koordinasi bersama Satlantas Polresta Malang Kota.
“Karena itulah, perlu dibutuhkan ketentuan tersendiri dan perlu adanya koordinasi lebih lanjut,” terangnya.
Meski telah melakukan pemetaan awal, Dishub menegaskan bahwa pemantauan tidak hanya dilakukan di titik-titik yang sudah diprediksi rawan macet. Perubahan pola pergerakan kendaraan saat libur panjang dinilai sangat dinamis dan bisa memunculkan kepadatan secara tiba-tiba di lokasi lain.
Karena itu, petugas tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi anomali lalu lintas di seluruh wilayah Kota Malang.
“Tetap, kami lakukan antisipasi terhadap potensi anomali. Dari yang kondisi semula diprediksi tidak macet, namun ternyata bisa tiba-tiba terjadi kemacetan,” pungkasnya. (bob)








