Kota Malang, blok-a.com – Polisi terus memburu pelaku penusukan yang menewaskan seorang satpam Perumahan Cemara Diamond Townhouse, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Korban diketahui bernama Mat Suhadi (51), yang akrab disapa Pak Min, meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk saat berupaya menggagalkan aksi pencurian material bangunan.
Satreskrim Polresta Malang Kota memastikan identitas para pelaku sudah berhasil dikantongi. Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pencurian sekaligus penusukan tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo mengatakan, pihaknya bersama Unit Reskrim Polsek Kedungkandang masih terus menelusuri keberadaan para pelaku.
“Terkait dengan update penyelidikan kejadian penusukan yang terjadi di Kedungkandang, identitas para pelaku sudah diketahui. Namun saat kami datangi alamatnya, ternyata pelaku sudah tidak ada di tempat dan kini kami telusuri keberadaan pelaku,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku diketahui mencuri sejumlah material bangunan dari kawasan perumahan tersebut. Barang yang diambil berupa kusen hingga galvalum yang berada di area proyek perumahan.
“Jadi, yang dicuri oleh pelaku adalah barang-barang bangunan seperti kusen maupun galavalum,” tambahnya.
Polisi menduga aksi pencurian itu dilakukan pada malam hari. Saat itu, salah satu warga mengetahui adanya aktivitas mencurigakan dan kemudian melaporkannya kepada korban yang bertugas sebagai satpam perumahan.
Setelah mendapat informasi tersebut, korban berupaya mengejar pelaku yang saat itu diketahui berhenti di bawah Fly Over Tol Jalan Raya Cemorokandang. Korban kemudian mendatangi lokasi untuk menegur pelaku.
“Saat mengetahui keberadaan pelaku berhenti di bawah Fly Over Tol Jalan Raya Cemorokandang, korban mendatangi dan sempat menegur. Dari informasi yang kami dapat, sempat ada adu mulut antara korban dan pelaku yang kemudian terjadi penusukan,” terangnya.
Dari hasil penyelidikan, polisi menduga pelaku berjumlah dua orang. Namun hingga kini, penyidik masih mendalami apakah keduanya merupakan bagian dari sindikat pencurian atau hanya pelaku pencurian biasa.
“Pelaku diduga dua orang, dan ini masih kami dalami apakah mereka itu sindikata atau pelaku pencurian biasa. Untuk identitasnya, masih belum bisa kami sampaikan karena dalam penyelidikan,” pungkasnya.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu malam (9/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di dekat Jembatan Amprong, Jalan Raya Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Saat itu, korban memergoki pelaku yang sedang berhenti di pinggir jalan untuk memperbaiki ikatan tali barang hasil curian. Diketahui, pelaku sebelumnya mencuri kusen jendela dari kantor pemasaran di lingkungan Perumahan Cemara Diamond Townhouse.
Korban yang datang seorang diri sempat memukul pelaku menggunakan senter. Namun pelaku melakukan perlawanan hingga terjadi duel di lokasi kejadian.
Nahas, salah satu pelaku membawa senjata tajam dan langsung menusuk bagian perut kanan korban. Tidak hanya itu, korban juga mengalami pukulan di bagian kepala sebelum pelaku akhirnya melarikan diri.
Dalam kondisi terluka parah, korban masih berusaha mencari pertolongan dengan mendatangi rumah keponakannya yang berada di Jalan Santoso, tidak jauh dari lokasi kejadian.
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang dan sempat menjalani operasi serta perawatan intensif. Namun nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Minggu pagi (10/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. (bob)








