Melihat Rumah Unik Bernuansa Cina di Gang Kecil Kota Malang, Sering Dikira Rumah Ibadah

Rumah Cina milik Norhasyim ini berada di Jalan Sanan Gang 11 No.45, Kecamatan Blimbing, Kota Malang (blok-a/Helen)
Rumah Cina milik Norhasyim ini berada di Jalan Sanan Gang 11 No.45, Kecamatan Blimbing, Kota Malang (blok-a/Helen)

Kota Malang, blok-a.com — Seorang warga malang membangun sebuah rumah bernuansa Cina.

Warga tersebut bernama Norhasyim. Warga asli Malang itu mengaku sangat tertarik dengan ornamen-ornamen Cina dan itu ingin diterapkan di rumah miliknya.

Rumah milik Norhasyim ini berada di Jalan Sanan Gang 11 No.45, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Ide awal dirinya menyulap tempat tinggalnya tersebut menjadi sebuah bangunan bernuansa Cina adalah saat dirinya melihat tempat ibadah.

“Saat itu saya melihat Klenteng Eng An Kiong, kok bagus ya. Bangunan Cina itu unik, tapi nggak ada rumah yang begitu di sini, makanya saya tertarik membuatnya,” ujar Norhasyim pada wartawan blok-a.com.

Selain itu, Norhasyim mengaku kalau setelah direnovasi, rumahnya sering dikira rumah ibadah.

“Banyak itu yang ngira ini rumah ibadah, akhirnya saya tulis di depan pakai aksara jawa, ‘Rumah Ibadah’ hahaha,” candanya.

Ia mengatakan bahwa rumah ini mulai direnovasi sejak tahun 2006. Ia merenov rumahnya sepanjang malam selama 8 bulan.

“Saya bangun selama 8 bulan itu tahun 2006, setiap malam soalnya kalau pagi nanti banyak orang lewat dan saya juga harus produksi tempe,” jelas Norhasyim.

https://www.tiktok.com/@bloka.com/video/7190942273729760539

Rumah Norhasyim ini terkenal hingga mancanegara. Ia mengaku banyak turis yang mendatangi rumahnya sebelum pandemi melanda.

“Banyak turis datang dulu sebelum pandemi, ada bule, ada dari Jepang juga,” katanya.

Kendati begitu, Norhasyim tidak pernah memungut biaya apapun ketika wisatawan mau datang ke rumahnya.

“Enggak saya nggak pernah narik biaya, kalau mau datang foto-foto ya silakan saja,” ujarnya sambil tersenyum.

Walaupun rumah tersebut adalah rumah pribadinya, Norhasyim tetap senang rumahnya didatangi orang asing.

“Saya nggak risih sama sekali, senang malah, ya diasikin aja lah,” ungkapnya.

Selain rumahnya yang ia renov, Norhasyim ternyata seorang kolektor barang antik yang bernuansa Cina juga.

Ia mengaku bahwa setiap hari ia selalu hunting barang-barang tersebut di pasar loak atau pasar barang bekas.

“Banyak ini saya memang suka koleksi barang antik gini sejak tahun 1992,” terang Norhasyim.

Di rumahnya tersebut terlihat banyak sekali barang-barang antik yang ditata rapih sesuai dengan kategorinya, seperti kaset-kaset lama yang berada di dua rak, patung-patung logam, dan lain sebagainya. (len/bob)