Polresta Malang Kota Siaga Antisipasi Adanya Teroris Pasca Penangkapan di Kota Batu

Kapolresta Malang Kota Ajak Masyarakat Laporkan Polisi yang Tidak Netral di Pemilu 2024 ke Dirinya
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto saat diwawancara (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Polresta Malang Kota siap siaga antisipasi adanya teroris di wilayah Kota Malang.

Hal ini dilakukan setelah adanya pengamanan tiga orang terduga teroris di Kecamatan Junrejo Kota Batu, Rabu (31/7/2024) kemarin.

Satu terduga teroris berinisial HOK (19) yang diamankan bahkan berencana melakukan aksi bom bunuh diri di dua lokasi tempat ibadah.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, kini pihaknya berkoordinasi dengan Densus 88 untuk antisipasi adanya pelaku teroris yang ada di Kota Malang.

“Kami akan berkoordinasi dengan Densus 88 Antiteror Polri khususnya di Jatim. Kemudian melakukan langkah antisipasi agar hal serupa tidak terjadi khususnya di wilayah Kota Malang,” ujar Buher, sapaan akrabnya Jumat (2/8/2024).

Buher menambahkan, Polresta Malang Kota juga terus menjalin komunikasi ke lembaga instansi, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama untuk lebih peduli dengan wilayah sekitar masing-masing.

Buher pun meminta program wajib lapor 1×24 jam untuk diaktifkan kembali di setiap kampung. Hal ini dilakukan untuk mengetahui aktifitas pendatang yang ada di Kota Malang.

“Mengimbau tingkat kepedulian masyarakat ini harus ditingkatkan lagi. Dari radius rumah kanan dan kiri harus tahu, ini pentingnya kehidupan bersosial,” imbuh Buher.

Selain itu, dia juga meningkatkan koordinasi dengan tokoh-tokoh agama, komunitas, Kementerian Agama, Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk menekan potensi adanya radikalisme di kalangan masyarakat di Kota Malang.

“Pentingnya mengintesifkan koordinasi di dengan tokoh agama mengantisipasi hal serupa,” harap Buher.

Buher juga meningkatkan patroli di wilayah Kota Malang. Sekaligus tempat-tempat ibadah, melihat beberapa kasus aksi bom bunuh diri menyasar tempat ibadah maupun kawasan tempat keramaian.

“Kami akan selalu meningkatlan patroli. Kami kan juga punya Bhabinkamtibmas, ini adalah upaya kami agar Kota Malang aman dan nyaman,” terang mantan Kapolres Batu ini.

Untuk diketahui, salah satu terduga HOK (19) diduga terafiliasi dengan jaringan terorisme simpatisan Daulah Islamiyah diamankan di Jalan Langsep, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. Dari tangan HOK, diamankan juga sejumlah barang bukti yang diduga merupakan bahan kimia pembuatan bom.

Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui HOK berencana melakukan aksi teror bom bunuh diri dengan menggunakan bahan peledak jenis TATP (triaceton triperoxide). (ags/bob)