Update Rencana Jalan Suhat Jadi Wisata Milenial, Atur Kemacetan dan Ramah Pejalan Kaki

Suasana Pasar Takjil Suhat (Yuki Setiawan for blok-a)
Suasana Pasar Takjil Suhat (Yuki Setiawan for blok-a)

Kota Malang, blok-a.com – Ada kabar terbaru terkait rencana kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) Kota Malang untuk dijadikan tempat wisata.

Seperti diebritakan sebelumnya, ada rencana bahwa kawasan Jalan Suhat bakal dijadikan tempat wisata bernuansa milenial.

Saat ini rencana itu memiliki kabar ternanyar terkait progressnya. Pj Walikota Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan, untuk menjadi kawasan wisata beberapa permasalahan di Suhat harus diatasi. Salah satunya adalah soal kemacetan.

Pemkot Malang berencana mencari solusi untuk mengatasi kemacetan di kawasan bisnis dan kuliner tersebut.

“Jika yang khawatir soal macet, kami akan berikan solusi. Kemacetan bisa diantisipasi jika ada satu perencanaan yang matang,” kata dia.

Menurut Wahyu, Jalan Suhat tersebut memiliki potensi untuk jadi wisata. Di sana banyak kafe, dan restoran yang berjejer dan jadi jujugan mahasiswa. Namun sayangnya, kemacetan menjadi pemandangan yang kerap terjadi di sana.

“Kami akan mengatur kawasan Jalan Soekarno-Hatta. Di sana potensinya tinggi, dari kalangan mahasiswa dan kafe yang banyak. Nah, ini kami atur kemacetannya,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, selain kemacetan, sebelum menjadi destinasi wisata, kawasan Jalan Suhat Kota Malang ini harus ramah pejalan kaki. Memang di Suhat, beberapa titik trotoar jalannya tidak layak atau ramah pejalan kaki.

Untuk mengatasi kemacetan dan ramah pejalan kaki itu, Wahyu akan melibatkan akademisi ahli tata ruang di Kota Malang.

“Respons akademisi perguruan tinggi positif, sepakat kawasan Jalan Soekarno-Hatta harus diatur agar yang saat ini kesannya semerawut dan macet bisa dikondisikan menjadi lebih baik lagi,” tambah Wahyu.

Penataan ini diharapkan juga bisa mengurangi kepadatan di kawasan Kayutangan Heritage yang sering mengalami kemacetan karena kurangnya lahan parkir. Dengan mengarahkan konsentrasi wisata ke Jalan Suhat, diharapkan kemacetan di Kayutangan bisa berkurang.

“Kami akan duduk bersama dengan masyarakat dan akademisi untuk mencari solusi terbaik terkait kemacetan ini,” jelas Wahyu.

Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota ITN Malang, Arief Setiyawan, mendukung rencana ini dan menyatakan bahwa kajian akademisi menunjukkan kawasan Jalan Suhat layak menjadi destinasi wisata milenial.

“Kota Malang layak memiliki wisata yang lebih milenial. Namun untuk mengembangkan ini tak bisa langsung menyeluruh, bisa dibuat per koridor,” ujarnya. (art/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?