Kota Malang, blok-a.com – Universitas Islam Malang (Unisma) menegaskan perannya sebagai kampus Nahdlatul Ulama (NU) yang menjaga nilai-nilai keislaman di tengah derasnya pengaruh media sosial dan perkembangan zaman. Kampus tersebut juga disebut menjadi ruang untuk memperkuat akidah dan tradisi Islam moderat di lingkungan masyarakat.
Hal itu disampaikan Rektor Unisma, Prof. Junaidi Mistar, dalam kegiatan “Unisma Bersholawat” bersama Majelis Ta’lim Wal Maulid Ar-Ridwan yang digelar di halaman depan kampus Unisma, Senin (11/5/2026) malam.
“Universitas Islam Malang adalah Kampus NU. InsyaAllah Unisma menjadi pagar untuk tidak terjadinya pencurian akidah, pencurian keimanan itu,” ujar Junaidi.
Menurutnya, “pencurian akidah” dan lunturnya nilai keislaman kini tidak hanya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga melalui media sosial yang semakin intens memengaruhi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Sekarang ini pencurian akidah dan pencurian iman bisa terjadi di mana saja, tidak hanya di rumah, tapi melalui media sosial yang sangat intens,” katanya.
Ia menambahkan, Unisma merupakan kampus milik Nahdlatul Ulama yang didirikan para kiai NU di Malang pada 1981. Kini, kampus tersebut telah memasuki usia ke-45 tahun dengan jumlah mahasiswa mencapai sekitar 18.300 orang, termasuk sekitar 350 mahasiswa asing.
“Universitas Islam Malang adalah kampus milik Nahdlatul Ulama. Secara hakiki, kampus ini milik seluruh warga Nahdliyin,” ujarnya.
Di hadapan jamaah Majelis Ar-Ridwan, ia turut mengajak masyarakat Nahdliyin untuk mendaftarkan putra-putrinya menempuh pendidikan di Unisma.
“Oleh karena itu putra-putri jamaah, monggo bisa didaftarkan ke Universitas Islam Malang. Bahkan kami juga menyediakan voucher yang nanti insyaAllah bisa diumumkan oleh Habib Jamal nanti,” katanya.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan Pembina Majelis Ar-Ridwan yaitu Habib Achmad Jamal bin Toha Ba’agil, Habib Abdul Qodir Ahmad Mauladdawilah serta Ketua MUI Kota Malang sekaligus Ketua PCNU Kota Malang, KH. Isroqunnajah. Ribuan jamaah memadati area kampus untuk mengikuti pembacaan sholawat, hadroh, hingga mauidhoh hasanah. (ber)








