Lonjakan Aktivitas Lebaran, DLH Kota Malang Amankan Jalur dengan Perempesan Pohon

Lonjakan Aktivitas Lebaran, DLH Kota Malang Amankan Jalur dengan Perempesan Pohon
Lonjakan Aktivitas Lebaran, DLH Kota Malang Amankan Jalur dengan Perempesan Pohon

Kota Malang, blok-a.com – Menjelang Lebaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memfokuskan upaya pada pemeliharaan ruang terbuka hijau (RTH) dan taman kota, termasuk percepatan perempesan atau pemangkasan pohon di sejumlah titik rawan.

Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi dampak cuaca ekstrem, terutama angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan membahayakan pengguna jalan.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan saat ini pihaknya lebih memprioritaskan perawatan rutin dibanding pembangunan fisik baru.

“Yang dilakukan teman-teman saat ini adalah pemeliharaan. Karena memang anggaran untuk belanja modal setelah efisiensi sangat minim,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah kegiatan yang dilakukan meliputi penyiraman tanaman baru, khususnya di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, serta pemangkasan ranting pohon yang dinilai berpotensi membahayakan.

Percepatan perempesan ini juga dipicu oleh kejadian angin kencang yang terjadi beberapa waktu lalu di Kota Malang, yang berdampak pada kondisi pohon di sejumlah ruas jalan utama.

“Perempesan dilakukan karena kemarin angin cukup besar. Terutama di Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Letjen Sutoyo yang berada di jalur lalu lintas padat,” ungkapnya.

DLH Kota Malang menargetkan pemangkasan terhadap 119 pohon yang tersebar di berbagai titik, khususnya di jalur protokol dan kawasan dengan intensitas lalu lintas tinggi.

Namun hingga saat ini, realisasi pemangkasan masih sekitar 30 pohon. Proses ini terus dikebut agar seluruh target dapat segera diselesaikan.

“Dari target 119 pohon, saat ini baru sekitar 30-an yang sudah dilakukan perempesan,” katanya.

Ia memastikan, seluruh proses pemangkasan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 12 hari ke depan, sehingga kondisi pohon di sepanjang jalan utama menjadi lebih aman menjelang puncak aktivitas masyarakat saat Lebaran.

“Dalam 12 hari selesai kita lakukan,” tegasnya.

Selain untuk mengurangi risiko pohon tumbang, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, khususnya saat mobilitas masyarakat meningkat selama libur panjang.

DLH Kota Malang juga memastikan petugas tetap siaga di lapangan untuk melakukan pemantauan lanjutan, terutama jika terjadi perubahan cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

Dengan langkah antisipatif ini, diharapkan potensi gangguan akibat pohon rawan tumbang dapat diminimalisir, sehingga aktivitas masyarakat selama momen Lebaran dapat berjalan aman dan lancar.