Pasar Kebalen Tampak Bersih dan Rapi, Tapi Lapaknya Banyak Tak Ditempati

Bangunan Pasar Kebalen Kota Malang sebenarnya tampak jauh lebih baik setelah direvitalisasi pada 2023 lalu dengan anggaran Rp 3,2 miliar.
Pasar Kebalen Tampak Bersih dan Rapi, Tapi Lapaknya Banyak Tak Ditempati

Kota Malang, blok-a.com – Bangunan Pasar Kebalen Kota Malang sebenarnya tampak jauh lebih baik setelah direvitalisasi pada 2023 lalu dengan anggaran Rp 3,2 miliar. Kondisi pasar kini terlihat lebih bersih, rapi, dan tertata dibanding sebelumnya. Namun di balik wajah barunya, suasana di dalam pasar justru masih sepi aktivitas perdagangan.

Pantauan blok-a.com, Kamis (7/5/2026), lorong-lorong di dalam gedung pasar dua lantai itu tampak lengang. Banyak lapak resmi tidak ditempati pedagang meski kondisinya masih layak digunakan. Beberapa kios bahkan tertutup rapat tanpa aktivitas jual beli.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan suasana di luar pasar. Di sepanjang Jalan Zaenal Zakse, aktivitas perdagangan justru terlihat padat. Pedagang memilih menggelar lapak di bahu jalan karena dinilai lebih mudah menjangkau pembeli.

Koordinator Pedagang Pasar Kebalen, M. Salam, mengatakan fenomena pedagang enggan menempati lapak resmi sebenarnya sudah berlangsung sejak lama, bahkan sebelum revitalisasi dilakukan.

“Kalau di dalam pasar sepi pembeli. Dari dulu pengunjung lebih banyak belanja di pinggir jalan, akhirnya pedagang ikut keluar karena lebih ramai,” ujarnya.

Menurut Salam, persoalan utama bukan terletak pada kondisi bangunan pasar, melainkan minimnya arus pengunjung yang masuk ke area dalam pasar. Pedagang menilai bertahan di dalam pasar justru membuat dagangan sulit laku.

Akibatnya, sejumlah lapak di lantai dua kini tak lagi digunakan untuk berjualan. Beberapa di antaranya bahkan beralih fungsi menjadi tempat penyimpanan barang dan gudang toko konveksi maupun onderdil.

Padahal, hasil revitalisasi membuat fasilitas pasar jauh lebih tertata. Area lorong lebih bersih, bangunan terlihat lebih modern, dan lapak tersusun rapi. Namun kondisi fisik yang lebih baik belum mampu menghidupkan aktivitas perdagangan di dalam pasar.

Situasi ini juga menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Sebab selama pedagang tetap memadati bahu jalan, kemacetan di kawasan Pasar Kebalen akan terus terjadi.

Saat ini Pemkot Malang mulai melakukan penataan PKL dengan membatasi jam operasional pedagang di bahu jalan. Selain itu, Diskoperindag Kota Malang juga akan melakukan relokasi bertahap agar pedagang pemilik lapak resmi kembali menempati area dalam pasar.

Pemkot juga berencana mengevaluasi tata kelola Pasar Kebalen agar pasar yang telah direvitalisasi tersebut tidak hanya bagus secara fisik, tetapi juga kembali hidup dan ramai aktivitas jual beli.