Tempe Dibuat Naik Kelas di HUT Kota Malang ke-110

Tempe Dibuat Naik Kelas di HUT Kota Malang ke-110
Tempe Dibuat Naik Kelas di HUT Kota Malang ke-110 (Muhammad Berril Labiq/blok-a)

Kota Malang, blok-a.com – Sebagai rangkaian HUT Kota Malang ke-110, Pemkot Malang menggelar Lomba Cipta Rasa khas Kota Malang untuk Nusantara dan Dunia. Lomba ini berlangsung di depan Balai Kota Malang pada hari Rabu tanggal 24 April 2024.

Hanik Andriani Wahyu Hidayat, yang menjabat sebagai Pj Ketua tim Penggerak PKK Kota Malang, mengatakan jika kegiatan ini diselenggarakan untuk menambah semarak perayaan ulang tahun Kota Malang yang ke-110 dengan cara yang beda.

Lomba Cipta Rasa ini menggunakan bahan dasar tempe, ikan nila, dan bunga telang. Tempe menjadi perhatian khusus karena di Kota Malang terdapat sentra tempe di Sanan yang perlahan menjadi salah satu ciri khas kota ini.

“Kota Malang terkenal dengan tempenya. Dan saya ingin buat challenge bagaimana tempe tidak sekadar dikenal seperti biasa, karena kita ingin dikenal secara nasional bahkan mendunia,” ujar Hanik.

Tempe Dibuat Naik Kelas di HUT Kota Malang ke-110
Hanik Andriani Wahyu Hidayat, yang menjabat sebagai Pj Ketua tim Penggerak PKK Kota (Muhammad Berril Labiq/blok-a)

Arif Tri Sastyawan, Ketua Panitia Lomba Cipta Rasa khas Kota Malang sekaligus Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, mengatakan bahwa ide lomba ini sendiri berasal dari Hanik.

Dan satu pesan Hanik, ia ingin juri lomba ini terdiri dari orang-orang yang ahli di bidangnya. Salah satu juri bahkan adalah peserta dari acara MasterChef.

“Kebetulan ada chef Belinda Christina yang merupakan finalis MasterChef season 11 yang bersedia menjadi juri tamu. Kemudian juri kedua yakni Ketua Indonesian Chef Association (ICA), Chef Pamungkas, kemudian juri ketiga adalah Prof Rina, selaku guru besar Tata Boga di UM. Ditambah lagi ahli gizi dari RSUD Kota Malang serta dari Dispangtan,” ungkap Arif.

Arif menjelaskan bahwa mereka berharap lomba ini bisa menjadi acara tahunan di masa mendatang, dengan dukungan dari pihak terkait di daerah. Ada 35 peserta dari berbagai hotel, restoran, dan layanan katering di Kota Malang yang ikut serta dalam lomba ini.

“Saat ini ada 35 peserta terdiri dari resto, hotel, dan katering di Kota Malang,” ujar Arif. Setiap peserta mengusung kreasi mereka sendiri dengan ketiga bahan yang menjadi tema tersebut.